Emitenhub.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan perubahan perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan mengeluarkan seluruh saham berkepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC). Jumlah saham dalam kategori tersebut kini mencapai 81 emiten setelah PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) masuk dalam daftar terbaru.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengumumkan rencana tersebut pada Senin (19/10/2026). Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kredibilitas dan integritas IHSG sebagai indeks acuan pasar saham Indonesia.
Selain perubahan perhitungan indeks, BEI akan menambahkan informasi mengenai hubungan afiliasi dalam publikasi pemegang saham dengan kepemilikan 1 persen. Investor nantinya dapat mengetahui apakah pemegang saham yang tercantum memiliki hubungan afiliasi atau tidak.
Kedua inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya BEI memperkuat transparansi kepemilikan saham dan kualitas data pasar. Namun, bursa belum menetapkan tanggal efektif penerapannya.
Jeffrey menegaskan bahwa pengeluaran saham HSC dari perhitungan IHSG tidak berarti penghapusan pencatatan saham dari bursa.
"Bukan delisting tetapi tidak diperhitungkan di dalam perhitungan IHSG," jelas Jeffrey.
Sebelumnya, saham dengan status HSC juga telah dikecualikan dari sejumlah indeks unggulan BEI, yakni IDX30, LQ45, dan IDX80.
TFCO Jadi Anggota Terbaru, Jumlah Saham HSC Capai 81
Daftar saham HSC kembali bertambah setelah BEI mengumumkan status kepemilikan PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) pada Selasa (20/10/2026).
Sehari sebelumnya, Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, menyampaikan bahwa jumlah saham HSC yang telah dipublikasikan mencapai 80 emiten. Masuknya TFCO menambah jumlah tersebut menjadi 81 saham.
Berdasarkan hasil penilaian BEI, sebanyak 99,70 persen saham TFCO dikuasai secara agregat oleh sejumlah pemegang saham tertentu.
Penilaian tersebut mengacu pada metodologi kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi dengan menggunakan data struktur kepemilikan dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 15 Oktober 2026.
Meski demikian, BEI menekankan bahwa penetapan suatu saham dalam kategori HSC tidak secara otomatis menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan dan ketentuan pasar modal.
Rincian 81 Saham HSC dalam Daftar BEI
Dengan tambahan TFCO, berikut daftar 81 saham berkepemilikan terkonsentrasi tinggi beserta persentase konsentrasi kepemilikannya.
PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO): 99,99%
PT DCI Indonesia Tbk (DCII): 99,96%
PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI): 99,95%
PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN): 99,95%
PT Golden Flower Tbk (POLU): 99,94%
PT Soho Global Health Tbk (SOHO): 99,93%
PT Bank Permata Tbk (BNLI): 99,92%
PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI): 99,91%
PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK): 99,85%
PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY): 99,84%
PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN): 99,78%
PT FAP Agri Tbk (FAPA): 99,77%
PT Ifishdeco Tbk (IFSH): 99,77%
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR): 99,58%
PT Multipolar Technology Tbk (MLPT): 99,42%
PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT): 99,41%
PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS): 99,24%
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE): 99,21%
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII): 99,14%
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI): 98,90%
PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL): 98,62%
PT Bayan Resources Tbk (BYAN): 98,50%
PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING): 98,40%
PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS): 98,35%
PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET): 98,06%
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE): 98,03%
PT Samator Indo Gas Tbk (AGII): 97,75%
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII): 97,62%
PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG): 97,35%
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): 97,31%
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ): 97,21%
PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI): 97,02%
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO): 96,70%
PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM): 96,09%
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG): 96,62%
PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA): 95,82%
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): 95,76%
PT Bank Mega Tbk (MEGA): 95,68%
PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA): 95,65%
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO): 95,35%
PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI): 95,08%
PT Hotel Fitra International Tbk (FITT): 95,00%
PT Siantar Top Tbk (STTP): 94,95%
PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA): 94,79%
PT Kota Satu Properti Tbk (SATU): 94,27%
PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI): 94,10%
PT Global Digital Niaga Tbk (BELI): 93,83%
PT Mahkota Group Tbk (MGRO): 93,76%
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS): 95,79%
PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI): 92,71%
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP): 96,64%
PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR): 99,32%
PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA): 98,21%
PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP): 95,45%
PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA): 93,89%
PT Intermedia Capital Tbk (MDIA): 94,31%
PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR): 94,95%
PT Steady Safe Tbk (SAFE): 98,14%
PT Charnic Capital Tbk (NICK): 99,28%
PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA): 98,62%
PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE): 93,08%
PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO): 94,96%
PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD): 99,95%
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB): 95,78%
PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT): 97,12%
PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA): 99,16%
PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS): 99,91%
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL): 95,58%
PT Akasha Wira International Tbk (ADES): 95,10%
PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME): 94,99%
PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD): 99,25%
PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP): 98,30%
PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI): 92,60%
PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP): 98,72%
PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT): 99,01%
PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI): 99,88%
PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA): 96,68%
PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY): 99,89%
PT Temas Tbk (TMAS): 95,30%
PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND): 99,86%
PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO): 99,70%


