Saham

BEI Tambah 19 Saham ke Daftar HSC, TBIG hingga MTEL Masuk, FILM dan MGLV Keluar

Ringkasan Cepat

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan penambahan 19 emiten ke dalam daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Sejumlah saham seperti TBIG, MTEL, SSMS, dan PSAB masuk dalam daftar tersebut, sementara FILM dan MGLV dinyatakan keluar. Perubahan ini berlangsung di tengah perluasan metodologi pemantauan HSC untuk meningkatkan transparansi struktur kepemilikan saham.

• 3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Bursa Efek Indonesia memperbarui daftar saham HSC pada Oktober 2026 dengan penambahan 19 emiten termasuk TBIG dan MTEL serta keluarnya FILM dan MGLV.

Bursa Efek Indonesia memperbarui daftar saham HSC pada Oktober 2026 dengan penambahan 19 emiten termasuk TBIG dan MTEL serta keluarnya FILM dan MGLV.

Emitenhub.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperluas daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Sebanyak 19 emiten baru masuk dalam kategori tersebut, sementara dua emiten lainnya dinyatakan keluar dari daftar.

Perubahan tersebut diumumkan melalui keterbukaan informasi BEI sejak Senin (12/10/2026) malam hingga Selasa (13/10/2026), berdasarkan rangkaian pengumuman yang dihimpun EmitenNews.

Penetapan status HSC dilakukan berdasarkan metodologi penghitungan konsentrasi kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat. Untuk kelompok emiten baru, penilaian menggunakan data struktur kepemilikan per 1 Oktober 2026.

Dengan penambahan 19 emiten dan keluarnya dua emiten, jumlah saham dalam daftar HSC menjadi 80 emiten berdasarkan kompilasi data tersebut.

Di antara saham yang baru masuk terdapat PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), serta PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).

Dua emiten yang keluar dari kategori HSC adalah PT MD Entertainment Tbk (FILM) dan PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV).

Daftar 19 Saham Baru Masuk Kategori HSC

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut 19 emiten yang baru ditetapkan memiliki konsentrasi kepemilikan saham tinggi beserta persentasenya.

Kode saham

Konsentrasi HSC

TBIG

96,62%

SSMS

95,79%

PSAB

95,78%

SMMT

97,12%

CITA

99,16%

BMAS

99,91%

MTEL

95,58%

ADES

95,10%

SAME

94,99%

BBMD

99,25%

SHIP

98,30%

BALI

92,60%

INPP

98,72%

EPMT

99,01%

DUTI

99,88%

MAYA

96,68%

CLAY

99,89%

TMAS

95,30%

DMND

99,86%

Dari kelompok pendatang baru tersebut, BMAS mencatat tingkat konsentrasi kepemilikan tertinggi sebesar 99,91%. Posisi berikutnya ditempati CLAY dengan 99,89%, DUTI sebesar 99,88%, dan DMND mencapai 99,86%.

Sementara itu, BALI mencatat tingkat konsentrasi terendah dalam kelompok tambahan tersebut, yakni 92,60%.

Daftar Saham Lain yang Masih Berstatus HSC

Di luar 19 emiten baru, sejumlah perusahaan yang sebelumnya masuk kategori HSC masih tercantum dalam daftar terbaru.

Berikut 61 emiten lainnya beserta persentase konsentrasi kepemilikan berdasarkan data yang dihimpun.

Kode saham

Konsentrasi HSC

MPRO

99,99%

DCII

99,96%

BBSI

99,95%

PGUN

99,95%

POLU

99,94%

SOHO

99,93%

BNLI

99,92%

YUPI

99,91%

ROCK

99,85%

PRAY

99,84%

BTPN

99,78%

FAPA

99,77%

IFSH

99,77%

SMAR

99,58%

MLPT

99,42%

CMNT

99,41%

GEMS

99,24%

LIFE

99,21%

BNII

99,14%

ELPI

98,90%

MCOL

98,62%

BYAN

98,50%

KING

98,40%

SOTS

98,35%

DNET

98,06%

RISE

98,03%

AGII

97,75%

ALII

97,62%

DGWG

97,35%

BREN

97,31%

SRAJ

97,21%

MKPI

97,02%

SILO

96,70%

HATM

96,09%

WBSA

95,82%

DSSA

95,76%

MEGA

95,68%

MORA

95,65%

RLCO

95,35%

KONI

95,08%

FITT

95,00%

STTP

94,95%

BINA

94,79%

SATU

94,27%

TCPI

94,10%

BELI

93,83%

MGRO

93,76%

BBHI

92,71%

CMNP

96,64%

AGAR

99,32%

ALKA

98,21%

BKDP

95,45%

BAJA

93,89%

MDIA

94,31%

BDKR

94,95%

SAFE

98,14%

NICK

99,28%

MSJA

98,62%

BIKE

93,08%

INDO

94,96%

BSWD

99,95%

Secara keseluruhan, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) mencatat konsentrasi kepemilikan tertinggi sebesar 99,99%. Berikutnya terdapat PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebesar 99,96%, disusul BBSI dan PGUN yang masing-masing mencapai 99,95%.

Sejumlah emiten berkapitalisasi besar juga masih tercantum dalam daftar, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan konsentrasi 97,31% dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar 95,76%.

BEI Perluas Pemantauan Konsentrasi Kepemilikan Saham

Penambahan emiten HSC berlangsung setelah BEI bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyempurnakan metodologi pemantauan struktur kepemilikan saham.

Salah satu perubahan dilakukan melalui perluasan penggunaan price impact ratio untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp5 triliun. Sebelumnya, pengujian tersebut mencakup saham dengan kapitalisasi pasar melebihi Rp10 triliun.

Metodologi ini digunakan untuk memperluas pengawasan terhadap konsentrasi kepemilikan dan karakteristik perdagangan saham di pasar modal Indonesia.

Perluasan cakupan tersebut juga menjadi bagian dari pembenahan transparansi pasar melalui penyediaan informasi kepemilikan yang lebih terperinci.

Dengan bertambahnya emiten dalam daftar HSC, investor memperoleh informasi tambahan mengenai struktur kepemilikan saham yang diperdagangkan di BEI.

Status HSC sendiri tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran ketentuan pasar modal. Penetapan tersebut merupakan hasil penilaian terhadap konsentrasi kepemilikan berdasarkan metodologi yang digunakan bursa.

Perubahan status FILM dan MGLV menunjukkan bahwa daftar HSC dapat mengalami penyesuaian berdasarkan hasil evaluasi terbaru. Sementara itu, penambahan 19 saham menjadi perkembangan dalam penerapan metodologi pemantauan yang telah diperluas BEI.

Iklan