Saham

EMAS Siapkan Private Placement 1,47 Miliar Saham, Investor Berisiko Terdilusi 9,091%

Ringkasan Cepat

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) berencana menerbitkan maksimal 1,47 miliar saham baru melalui skema private placement untuk memperkuat modal kerja, mendukung ekspansi, dan refinancing utang. Aksi korporasi tersebut dapat menyebabkan dilusi kepemilikan hingga 9,091 persen. Perseroan memproyeksikan rasio utang terhadap ekuitas turun dari 1,7 kali menjadi 0,7 kali setelah transaksi.

• 2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) terkait rencana private placement 1,47 miliar saham baru untuk ekspansi, modal kerja, dan refinancing utang.

Ilustrasi PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) terkait rencana private placement 1,47 miliar saham baru untuk ekspansi, modal kerja, dan refinancing utang.(Foto:EMAS)

Emitenhub.com - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) berencana memperkuat struktur permodalan melalui penerbitan maksimal 1,47 miliar saham baru dengan skema private placement. Dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk mendukung modal kerja, ekspansi usaha, serta pembiayaan kembali atau refinancing utang perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (21/10/2026), jumlah saham yang akan diterbitkan setara 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan sebanyak 14,73 miliar saham.

Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp150 per lembar. Manajemen menyatakan langkah ini diperlukan untuk memperkuat permodalan sekaligus mendukung pengembangan kegiatan usaha dan memanfaatkan peluang ekspansi.

Dana Private Placement untuk Ekspansi dan Pembayaran Utang

EMAS merencanakan alokasi sekitar 25 persen dana hasil private placement untuk kebutuhan modal kerja perseroan dan grup usaha.

Sementara itu, dana lainnya akan digunakan untuk pengembangan bisnis serta pembayaran kembali kewajiban utang perseroan. Pendanaan tersebut menjadi bagian dari rencana penguatan struktur keuangan perusahaan.

Manajemen juga berharap penambahan jumlah saham beredar dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham EMAS di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Meski demikian, aksi korporasi ini akan berdampak pada kepemilikan pemegang saham lama. Dengan asumsi seluruh saham baru diterbitkan, tingkat dilusi maksimal mencapai 9,091 persen.

Hingga pengumuman rencana private placement disampaikan, EMAS belum memiliki calon investor yang menyatakan minat untuk mengambil bagian dalam penerbitan saham baru tersebut.

Rasio Utang terhadap Ekuitas Diproyeksikan Turun

Berdasarkan simulasi perseroan, pelaksanaan private placement akan meningkatkan kondisi keuangan dan ekuitas EMAS sebesar sekitar US$559,05 juta.

Perhitungan tersebut menggunakan asumsi harga penutupan saham EMAS pada 20 Oktober 2026 sebesar Rp6.850 per saham dan kurs tengah Bank Indonesia Rp18.050 per dolar AS.

Dengan tambahan modal tersebut, rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) diproyeksikan turun dari 1,7 kali menjadi 0,7 kali setelah aksi korporasi dilaksanakan.

Namun, rencana penerbitan saham baru ini masih memerlukan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai ketentuan yang berlaku.

Iklan