Saham

Hartadinata Abadi (HRTA) Siapkan Private Placement 406,5 Juta Saham demi Perkuat Modal

Ringkasan Cepat

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), emiten manufaktur logam mulia, menyiapkan private placement (PMTHMETD) dengan menerbitkan hingga 406,5 juta saham baru atau 10% dari modal disetor untuk memperkuat struktur permodalan. Aksi ini akan mendilusi kepemilikan pemegang saham sekitar 9,09%, dengan porsi pengendali PT Terang Anugrah Abadi menyusut dari 71,05% menjadi 64,59%, dan dana hasilnya digunakan untuk modal kerja serta pengembangan usaha, dengan persetujuan dimintakan pada RUPS Independen 16 Oktob

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi Hartadinata Abadi menyiapkan private placement untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan manufaktur logam mulia

Ilustrasi Hartadinata Abadi menyiapkan private placement untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan manufaktur logam mulia (Foto:HRTA)

Emitenhub.com - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mengumumkan rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Aksi korporasi ini bertujuan memperkuat struktur permodalan perusahaan manufaktur logam mulia tersebut.

Dalam keterbukaan informasi, Hartadinata berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 406,5 juta saham baru yang merupakan 10% dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan. Jika disetujui, total saham akan meningkat menjadi 5,06 miliar saham.

"Para pemegang saham akan terkena dilusi kepemilikan sekitar 9,09 persen," kata manajemen PT Hartadinata Abadi Tbk yang dikutip Kamis (10/9/2026).

Perseroan belum mengumumkan calon pemodal yang akan menyuntik perusahaan. Dengan kata lain, informasi mengenai calon pemodal akan diumumkan lebih lanjut, termasuk ada atau tidaknya hubungan afiliasi antara calon pemodal dengan perseroan dan pemegang saham lama.

Hingga saat ini, PT Terang Anugrah Abadi (TAA) menjadi pemegang saham pengendali dengan porsi 71,05%, sementara saham masyarakat sebesar 28,40%. Jika private placement terwujud, porsi TAA akan menyusut menjadi 64,59%, sedangkan masyarakat menjadi 25,82%.

Dana hasil private placement akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan. Secara teknis, dana tersebut akan dipakai untuk modal kerja dalam rangka pengembangan kegiatan usaha sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan operasional perseroan.

Perseroan telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Independen pada 16 Oktober 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham publik yang tidak terafiliasi dengan perseroan. Pemegang saham yang berhak hadir harus terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) paling lambat 23 September 2026.

Iklan