Saham

Garuda Indonesia (GIAA) Pastikan Konsolidasi dengan Pelita Air Masih Tahap Kajian

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menegaskan rencana konsolidasi dengan PT Pelita Air Service milik Pertamina masih berada pada tahap kajian tanpa keputusan final soal bentuk maupun mekanismenya. Di tengah pembahasan itu, Garuda memastikan operasional tetap normal, EBITDA sudah positif meski masih membukukan rugi bersih pasca restrukturisasi.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi rencana konsolidasi Garuda Indonesia dan Pelita Air yang masih berada dalam tahap kajian di tingkat pemegang saham (Foto:GIAA)

Ilustrasi rencana konsolidasi Garuda Indonesia dan Pelita Air yang masih berada dalam tahap kajian di tingkat pemegang saham (Foto:GIAA)

Emitenhub.com - Konsolidasi antara Garuda Indonesia Group dan PT Pelita Air Service masih belum beranjak dari meja kajian. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menegaskan rencana yang menyeret entitas milik PT Pertamina (Persero) itu belum menghasilkan keputusan apa pun.

Wacana ini sempat mencuat pada September 2025. Hingga kini bentuk maupun mekanisme konsolidasinya belum diputuskan secara final.

Penegasan tersebut tertuang dalam terbitan terbaru Corporate Secretary & Legal Management. Andreas Tumpal H. Hutapea pada Jumat (7/8/2026) memaparkan Ringkasan Tanya Jawab Surabaya Investor Meeting and Connectivity 2026.

"Rencana konsolidasi yang melibatkan Garuda Indonesia Group dan Pelita Air saat ini masih berada dalam tahap kajian dan pembahasan pada tingkat pemegang saham dan bersama para pihak terkait, sesuai dengan kewenangan masing-masing," ungkap manajemen GIAA.

Garuda menyebut kajian ini bersifat menyeluruh dan menyentuh beragam aspek strategis. Pembahasannya turut menimbang penguatan ekosistem penerbangan nasional sekaligus keberlanjutan agenda transformasi perseroan.

"Sampai dengan saat ini belum terdapat keputusan final mengenai bentuk maupun mekanisme konsolidasi tersebut. Perseroan tetap menjalankan kegiatan operasional, pelayanan kepada pelanggan, dan agenda transformasi sebagaimana berjalan saat ini, tanpa terdapat perubahan pada rencana penerbangan maupun komitmen layanan Perseroan," lanjutnya.

Fokus Menjaga Operasional dan Kinerja Tetap Solid

Di tengah pembahasan konsolidasi, Garuda memastikan roda operasional tetap berjalan normal. Perseroan pun berkomitmen menyampaikan informasi material sesuai ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku.

"Setiap perkembangan yang bersifat material akan disampaikan oleh Perseroan sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk merujuk pada informasi resmi yang disampaikan Perseroan melalui kanal keterbukaan informasi," tegas manajemen.

Pada forum yang sama, Garuda memaparkan strategi mengerek kinerja. Guna mengoptimalkan Seat Load Factor (SLF), perseroan menerapkan dynamic pricing, mengembangkan jaringan rute, serta menggeber program pemasaran seperti Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) dan Garuda Umrah Travel Fair (GUTF).

Menyangkut tantangan eksternal, Garuda menyebut tengah memitigasi dampak volatilitas harga avtur dan tekanan geopolitik global. Upayanya ditempuh lewat efisiensi konsumsi bahan bakar, optimalisasi jaringan, dan penguatan pendapatan ancillary.

Beralih ke sisi keuangan, Garuda menjelaskan EBITDA perseroan sudah tercatat positif. Kendati begitu, perseroan masih membukukan rugi bersih akibat beban bunga, depresiasi, amortisasi, dan kewajiban sewa pasca restrukturisasi.

Iklan