Market

G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Cadangan Solar dan Minyak Mentah Selama 4 Bulan

Ringkasan Cepat

Negara-negara Grup 7 (G7) sepakat melepas 100 juta barel solar dan minyak mentah dari cadangan strategis selama empat bulan untuk meredam lonjakan harga bahan bakar. Pelepasan yang dikoordinasikan melalui Badan Energi Internasional (IEA) ini mencakup pelepasan solar dalam jumlah besar pada 20 hari pertama. G7 juga berkomitmen tidak membatasi ekspor energi, menyusul tekanan Amerika Serikat kepada negara Eropa di tengah lonjakan harga solar sejak pecahnya perang di Iran.

• 1 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Fasilitas penyimpanan cadangan minyak strategis sebagai ilustrasi kesepakatan pelepasan cadangan G7

Fasilitas penyimpanan cadangan minyak strategis sebagai ilustrasi kesepakatan pelepasan cadangan G7

Emitenhub.com - Negara-negara Grup 7 (G7) sepakat melepas 100 juta barel solar dan minyak mentah dari cadangan strategis mereka selama empat bulan, sekaligus berkomitmen tidak membatasi ekspor energi. Langkah ini menjadi respons terkoordinasi untuk meredam lonjakan harga bahan bakar.

Dikutip dari CNA pada Sabtu (3/10/2026), kesepakatan itu lahir dari pertemuan para pemimpin G7. Pelepasan cadangan akan dikoordinasikan lewat Badan Energi Internasional (IEA).

"Pelepasan terkoordinasi melalui IEA sebanyak 100 juta barel yang akan dimulai segera selama empat bulan, termasuk pelepasan solar dalam jumlah besar dalam 20 hari pertama," demikian pernyataan bersama yang dirilis Kantor Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Kesepakatan ini datang setelah Amerika Serikat menekan negara-negara Eropa agar melepas cadangan strategisnya. Washington bahkan mengancam melarang ekspor solar bila Eropa menolak. G7 sendiri beranggotakan AS, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Uni Eropa.

Selain pelepasan cadangan, kelompok ini menegaskan komitmen menahan diri dari pembatasan ekspor energi. Mereka juga menyerukan hal serupa ke seluruh produsen energi dunia untuk mencegah ketegangan pasar makin dalam.

Pemicu utamanya adalah lonjakan harga solar, bahan bakar yang banyak dipakai di sektor manufaktur dan pertanian, sejak pecahnya perang di Iran.

Iklan