Saham

Garuda Indonesia (GIAA) Siapkan Rights Issue 124,35 Miliar Saham, Inbreng GMFI Jadi Kunci

Ringkasan Cepat

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyiapkan rights issue atau PMHMETD III dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 124,35 miliar saham baru Seri E bernilai nominal Rp25 per saham. Inti aksi ini adalah penyetoran modal non-tunai berupa saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) oleh Danantara Asset Management melalui rantai peralihan dari API dan InJourney. Lewat inbreng tersebut, ekuitas konsolidasian Garuda per 30 Juni 2026 diproyeksikan membaik ke negatif USD52,15 juta dan

• 3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Pesawat maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di tengah rencana rights issue dan inbreng saham GMFI

Pesawat maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di tengah rencana rights issue dan inbreng saham GMFI (Foto:GIAA)

Emitenhub.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyiapkan penerbitan sebanyak-banyaknya 124,35 miliar saham baru Seri E lewat Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu III (PMHMETD III). Inti dari rights issue ini adalah masuknya saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) sebagai setoran modal non-tunai dari pemegang saham utama.

Jumlah maksimal saham baru itu masih berupa perkiraan, dengan angka final mengikuti ketentuan yang berlaku. Saham Seri E bernilai nominal Rp25 per saham, sementara harga pelaksanaannya diumumkan kemudian lewat prospektus. Status saham baru sederajat dengan saham lama yang sudah disetor penuh, termasuk hak atas dividen.

Realisasi aksi ini menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan jangka waktu pelaksanaan mengacu POJK 32/2015.

Inbreng GMFI untuk perbaiki ekuitas

Perseroan memproyeksikan PMHMETD III memperbaiki kondisi keuangannya, mulai dari laba rugi, pengelolaan aset, ekuitas, hingga pengembangan bisnis. Tumpuan utamanya adalah penyetoran modal non-tunai (inbreng) berupa saham GMFI.

Dampaknya langsung terlihat di ekuitas. Berdasarkan analisis inbreng saham GMFI, ekuitas konsolidasian Garuda per 30 Juni 2026 diperkirakan membaik ke negatif USD52,15 juta. Adapun ekuitas standalone perseroan diproyeksikan membaik ke USD646,15 juta pada tanggal yang sama. Transaksi inbreng dijalankan dengan prinsip arm's length sesuai POJK 42/2020.

Dana hasil rights issue, setelah dipangkas biaya emisi, dipakai untuk memperoleh saham GMFI melalui penyertaan modal non-tunai PT Danantara Asset Management (DAM) ke Garuda. Sisanya diarahkan sebagai modal kerja untuk menopang transformasi grup. Pada 2026 fokusnya stabilisasi dan pemulihan ketahanan operasional, lalu mulai 2027 bergeser ke perbaikan struktural di sisi sumber daya manusia, proses, dan kapabilitas digital.

Rantai perpindahan saham GMFI

Dalam pelaksanaan HMETD, DAM selaku pemegang saham utama akan menyerap haknya. DAM saat ini menggenggam 370,90 miliar saham Garuda, dan penyetorannya dilakukan bukan dalam bentuk uang, melainkan saham GMFI.

Saham GMFI itu kini masih dikuasai PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau API, sehingga harus melewati beberapa tahap peralihan lebih dulu. Lewat RUPS API pada 26 Juni 2026, pemegang saham menyetujui pembagian dividen non-tunai (dividend in specie) berupa saham GMFI senilai Rp5,66 triliun kepada InJourney selaku pemegang saham Seri B API. Dividen ini efektif setelah API dan InJourney saling mengantongi persetujuan atas pelepasan dan penerimaan saham GMFI tersebut.

Mata rantai berlanjut ke RUPS InJourney pada 29 Juni 2026, yang menyetujui penerusan dividen non-tunai saham GMFI senilai Rp5,66 triliun kepada DAM. Pembagian ini efektif begitu InJourney menerima saham dari API dan DAM memperoleh persetujuan RUPS atas penerimaannya. Setelah saham GMFI beralih efektif ke DAM, barulah ia dipakai sebagai objek penyetoran modal di PMHMETD III.

Sementara itu, porsi HMETD milik pemegang saham publik tetap disetor ke perseroan dalam bentuk tunai. Harga pelaksanaan akan diumumkan lewat prospektus dengan memperhatikan POJK 32/2015 dan Peraturan I-A Bursa Efek Indonesia.

Rights issue ini menautkan nasib keuangan Garuda dengan konsolidasi GMFI ke dalam grupnya, lewat skema peralihan saham berjenjang dari API hingga Danantara. Angka ekuitas yang masih negatif USD52,15 juta secara konsolidasi menunjukkan perbaikan ini baru satu langkah, bukan garis akhir pemulihan maskapai pelat merah tersebut.

Iklan