Saham

Astra International (ASII) Tebar Dividen Interim Rp98 per Saham, Total Rp3,895 Triliun

Ringkasan Cepat

PT Astra International Tbk (ASII) menetapkan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp98 per saham dengan total nilai Rp3,895 triliun, yang dibayarkan pada 30 Oktober 2026. Pembagian ini sejalan dengan kebijakan Astra menjaga dividend payout ratio di kisaran 45 sampai 50 persen dari laba bersih. Hingga semester I-2026, Astra membukukan laba bersih Rp12,5 triliun dengan pendapatan konsolidasian Rp157,9 triliun, dengan recording date dividen ditetapkan pada 14 Oktober 2026.

• 2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Logo dan kantor pusat PT Astra International Tbk (ASII) di tengah pengumuman dividen interim 2026

Logo dan kantor pusat PT Astra International Tbk (ASII) di tengah pengumuman dividen interim 2026 (Foto ASII)

Emitenhub.com - PT Astra International Tbk (ASII) akan menebar dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp98 per saham, dengan total nilai Rp3,895 triliun. Pembayaran dijadwalkan pada 30 Oktober 2026.

Mengacu keterbukaan informasi perseroan yang dikutip Sabtu (3/10/2026), keputusan ini diketuk Direksi pada 10 September 2026 dan disetujui Dewan Komisaris pada 30 September 2026.

Berikut jadwal lengkapnya:

  • Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 12 Oktober 2026

  • Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 13 Oktober 2026

  • Cum dividen pasar tunai: 14 Oktober 2026

  • Ex dividen pasar tunai: 15 Oktober 2026

  • Recording date: 14 Oktober 2026

Investor yang tercatat sebagai pemegang saham ASII pada recording date berhak atas dividen interim Rp98 per saham.

Menjaga payout ratio 45 sampai 50 persen

Dividen interim ini sejalan dengan kebijakan Astra menjaga dividend payout ratio di kisaran 45 sampai 50 persen dari laba bersih untuk tahun buku 2026. Presiden Direktur Astra International Rudy menegaskan dividen tetap jadi prioritas perseroan, dalam public expose pada 10 September 2026.

"Dividen itu sangat penting, di mana kami akan mempertahankan prioritas dividen dengan dividend payout ratio di rentang 45% sampai 50%," kata Rudy dalam public expose.

Hingga semester I-2026, Astra mengantongi laba bersih Rp12,5 triliun dengan pendapatan konsolidasian Rp157,9 triliun. Manajemen memperkirakan kinerja membaik pada paruh kedua, ditopang kembali beroperasinya tambang emas Martabe sejak Mei 2026 dan kenaikan kuota produksi batu bara.

Besaran dividen interim 2026 ini sama persis dengan tahun buku 2025, yakni Rp98 per saham, meski total nilainya sedikit berbeda, Rp3,895 triliun tahun ini berbanding Rp3,96 triliun tahun lalu. Dividen interim 2025 dibayarkan pada 31 Oktober 2025.

Sepanjang 2025, Astra membagikan total dividen Rp390 per saham atau Rp15,7 triliun, terdiri dari interim Rp98 dan final Rp292 per saham. Jumlah itu setara payout ratio sekitar 47,8 persen dari laba bersih 2025 yang mencapai Rp32,76 triliun.

Iklan