Emitenhub.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) memiliki bobot sekitar 18 persen dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski saham-saham tersebut akan dikeluarkan dari perhitungan indeks, kebijakan itu tidak akan mengurangi total kapitalisasi pasar bursa.
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menjelaskan bahwa pengecualian saham HSC hanya memengaruhi komposisi dan pembobotan IHSG, bukan status pencatatan saham maupun nilai kapitalisasi pasar secara keseluruhan.
"Bobot saham HSC dalam IHSG sekitar 18%, dengan market cap sekitar 30% dari total market cap," ujar Iding, Selasa (27/10/2026).
Berdasarkan data perdagangan Senin (26/10/2026), kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp9.474,43 triliun. Dari jumlah tersebut, saham-saham yang masuk kategori HSC disebut mewakili sekitar 30 persen kapitalisasi pasar.
Iding menegaskan bahwa saham HSC tetap tercatat dan dapat diperdagangkan di bursa meskipun tidak lagi diperhitungkan dalam IHSG.
Dengan demikian, pengecualian saham HSC akan mengubah bobot dan komposisi indeks, sementara kapitalisasi pasar keseluruhan tetap dihitung berdasarkan seluruh saham tercatat, termasuk saham berkepemilikan terkonsentrasi tinggi.
Saham FILM dan TFCO Masuk Daftar HSC Terbaru
Sejalan dengan penyesuaian metodologi IHSG, BEI memperbarui daftar saham HSC dengan memasukkan PT MD Entertainment Tbk (FILM) dan PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO).
Khusus FILM, emiten yang terafiliasi dengan Manoj Punjabi tersebut sebelumnya telah dikategorikan sebagai saham HSC pada 14 Juli 2026. Saat itu, sekitar 92,98 persen saham perseroan teridentifikasi terkonsentrasi pada pemegang saham tertentu.
Status HSC FILM kemudian dicabut pada 12 Oktober 2026 setelah dinilai memenuhi kriteria kuantitatif untuk keluar dari daftar.
Namun, hasil penelusuran lanjutan BEI menunjukkan bahwa pengalihan saham yang menjadi dasar perubahan status tersebut dilakukan melalui transaksi repurchase agreement atau repo.
BEI menilai transaksi repo tidak selalu mencerminkan perubahan konsentrasi kepemilikan saham secara substantif. Karena itu, FILM kembali ditetapkan sebagai saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.
Selain FILM, BEI turut memasukkan TFCO dalam pembaruan daftar HSC.
Dengan penambahan kedua emiten tersebut, daftar yang disampaikan memuat 82 saham berkepemilikan terkonsentrasi tinggi.
Daftar 82 Saham HSC BEI
Berikut daftar saham HSC berdasarkan pembaruan yang disampaikan BEI:
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)
PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS)
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)
PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA)
PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)
PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
PT Temas Tbk (TMAS)
PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)
PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)
PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)
PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)
PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI)
PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)
PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)
PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)
PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)
PT Charnic Capital Tbk (NICK)
PT Steady Safe Tbk (SAFE)
PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)
PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)
PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)
PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)
PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
PT Golden Flower Tbk (POLU)
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
PT Bank Mega Tbk (MEGA)
PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
PT Siantar Top Tbk (STTP)
PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
PT FAP Agri Tbk (FAPA)
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
PT Bank Permata Tbk (BNLI)
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
PT MD Entertainment Tbk (FILM)
PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO)
Pengecualian saham HSC dari perhitungan IHSG merupakan bagian dari reformasi pasar modal yang dilakukan BEI untuk meningkatkan kredibilitas indeks dan kualitas informasi mengenai konsentrasi kepemilikan saham.
Meski tidak lagi menjadi bagian dari perhitungan IHSG, saham-saham dalam daftar tersebut tetap tercatat di BEI dan nilai kapitalisasinya tetap masuk dalam perhitungan total kapitalisasi pasar bursa.

