BYAN

Ilustrasi Kementerian ESDM menyetujui perubahan RKAB tiga anak usaha Bayan Resources dengan tambahan kuota produksi batu bara
Saham

1 hari yang lalu

ESDM Setujui RKAB 3 Anak Usaha Bayan (BYAN), Tambah Kuota hingga 20 Juta Ton

Kementerian ESDM menyetujui perubahan RKAB 2026 untuk tiga anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN), yakni Tiwa Abadi, Tanur Jaya, dan Fajar Sakti Prima, dengan tambahan kuota produksi batu bara total sekitar 15-20 juta ton. Dirjen Minerba Tri Winarno menegaskan persetujuan ini murni karena persyaratan yang sebelumnya belum lengkap kini terpenuhi, dan tidak berkaitan dengan peralihan saham BYAN ke PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam yang berpotensi menguasai sekitar 30% saham perseroan.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Ilustrasi Moody's menurunkan prospek Bayan Resources menjadi negatif akibat ketidakpastian revisi RKAB dan kondisi force majeure
Saham

4 hari yang lalu

Moody's Pangkas Outlook BYAN Jadi Negatif, Force Majeure Ancam Pangkas EBITDA

Moody's Ratings menurunkan prospek PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi negatif dari stabil, meski peringkat tetap di Ba1, dengan pemicunya kondisi force majeure akibat revisi RKAB 2026 yang belum disetujui, bukan masuknya Haji Isam. Moody's memperkirakan BYAN berpotensi kehilangan EBITDA hingga US$300 juta jika revisi RKAB tak kunjung disetujui, sementara transaksi pengambilalihan 30% saham oleh Haji Isam lewat Jhonlin Baratama berjalan dan Kementerian ESDM menargetkan evaluasi revisi RKAB

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Ilustrasi Kementerian ESDM menyetujui perubahan RKAB tiga anak usaha Bayan Resources dengan tambahan kuota produksi batu bara
Saham

4 hari yang lalu

Haji Isam Resmi Caplok 30% Saham BYAN Rp114,5 Triliun, Laba Bayan Melonjak 17%

Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam resmi mengambil alih 30% atau 10 miliar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melalui Jhonlin Baratama, dengan penandatanganan CSPA pada 16 September 2026 yang ditaksir bernilai sekitar Rp114,5 triliun. Volume ini lebih kecil dari kabar awal sebesar 62,25%, dan transaksi berlangsung saat tiga anak usaha BYAN menyatakan force majeure akibat RKAB 2026 yang belum terbit.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel BYAN