Nasional

Bahlil Tegaskan Pemadaman Bergilir di Kalimantan dan Sulawesi Bukan gara-gara RKAB

Ringkasan Cepat

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sulawesi tidak berkaitan dengan kekurangan pasokan batu bara maupun pemangkasan kuota RKAB, melainkan akibat turunnya pasokan pembangkit listrik tenaga air imbas El Nino. Pasokan PLTA di Sulbagsel anjlok ke sekitar 250 MW dari kapasitas normal 850 MW, dan PLN menargetkan keseimbangan pasokan pulih pada akhir September 2026 dengan menyiapkan tambahan kapasitas hingga 627 MW.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi pemadaman listrik bergilir di Kalimantan dan Sulawesi akibat turunnya pasokan PLTA imbas fenomena El Nino

Ilustrasi pemadaman listrik bergilir di Kalimantan dan Sulawesi akibat turunnya pasokan PLTA imbas fenomena El Nino

Emitenhub.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sulawesi tidak berkaitan dengan kekurangan pasokan batu bara maupun imbas pemangkasan kuota produksi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB).

Bahlil menyatakan penyebab utama pemadaman bergilir di dua wilayah tersebut dipengaruhi turunnya pasokan listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Ia mencontohkan pasokan listrik dari PLTA di Sulawesi bagian selatan (Sulbagsel) turun menjadi hanya sekitar 250 megawatt (MW).

"Supaya jangan lagi lampu mati alasan RKAB. Ini kita fair-fair saja. Enggak ada apa urusannya lampu mati di di apa namanya? Di Kalimantan sama di Sulawesi. Itu enggak ada urusannya sama RKAB, karena di sana memang adalah PLTA, El Niño, kemudian airnya rendah," kata Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR, Rabu (16/9/2026).

Koordinasi dengan PLN

Lebih lanjut, ia menyatakan bakal segera menggelar rapat dengan PT PLN (Persero) untuk membahas permasalahan kelistrikan di Kalimantan Tengah.

Bahlil menyampaikan saat ini tengah terjadi perbaikan pembangkit listrik yang dilakukan PLN di Kalimantan Tengah, sehingga pasokan listrik untuk wilayah tersebut mengalami gangguan.

"Memang sore ini kami ada ratas menyangkut dengan PLN. Kami akan berkoordinasi dengan PLN, sekalipun ESDM ini kan regulator, implementasinya ada di PLN. Jadi, ini akan saya selesaikan," ungkap Bahlil.

Sekadar catatan, PLN mengungkapkan fenomena El Nino membuat PLTA di wilayah Sulbagsel kekurangan air, sehingga kapasitas daya pasoknya turun menjadi 250 megawatt (MW) dari kapasitas normal sekitar 850 MW.

Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menargetkan proses pemulihan keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik di Sulbagsel dapat rampung pada akhir bulan ini, seiring dilakukannya sejumlah langkah normalisasi.

Darmawan menjelaskan perseroan mempercepat perbaikan pembangkit, mengoptimalkan pembangkit yang tersedia, serta menyiapkan tambahan kapasitas pembangkit hingga 627 MW. Selain itu, PLN berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk meningkatkan potensi ketersediaan air bagi pembangkit hidro.

"Seluruh langkah ini kami jalankan secara paralel. Kami menargetkan pada akhir September 2026 pasokan dan kebutuhan listrik Sulbagsel dapat berangsur seimbang kembali. Prosesnya kami kawal dan evaluasi dari hari ke hari," kata Darmawan dalam siaran pers, Rabu (16/9/2026).

Darmawan mengungkapkan sejumlah pembangkit listrik tenaga hidro di Sulawesi yang mengalami penurunan produksi antara lain PLTA Poso, Bakaru, Malea, serta sejumlah pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTMH). Adapun Darmawan melakukan inspeksi ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jeneponto berkapasitas 2 x 100 megawatt (MW) milik swasta yang terkendala gangguan teknis hingga menyebabkan pasokan listrik berkurang.

"Setiap megawatt sangat berarti dalam kondisi seperti ini. Karena itu, kami membantu mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto agar dapat segera kembali masuk ke sistem. Bersamaan dengan itu, kami terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan pasokan," kata Darmawan.

Di sisi lain, masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) mengeluhkan pemadaman listrik bergilir selama beberapa hari terakhir, bahkan kondisi tersebut juga terjadi pada Selasa (15/9/2026). Dalam pengumuman yang diterbitkan PLN UP3 Barabai dijelaskan pemadaman terjadi karena terdapat gangguan pada sejumlah pembangkit listrik. Namun, rincian pembangkit yang mengalami gangguan belum diungkapkan.

Iklan