RKAB

Area tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di tengah perubahan struktur kepemilikan saham
Saham

3 minggu yang lalu

ESDM Setujui RKAB 3 Anak Usaha Bayan (BYAN), Tambah Kuota hingga 20 Juta Ton

Kementerian ESDM menyetujui perubahan RKAB 2026 untuk tiga anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN), yakni Tiwa Abadi, Tanur Jaya, dan Fajar Sakti Prima, dengan tambahan kuota produksi batu bara total sekitar 15-20 juta ton. Dirjen Minerba Tri Winarno menegaskan persetujuan ini murni karena persyaratan yang sebelumnya belum lengkap kini terpenuhi, dan tidak berkaitan dengan peralihan saham BYAN ke PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam yang berpotensi menguasai sekitar 30% saham perseroan.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Ilustrasi kebijakan yang memperbolehkan PT Timah berproduksi di atas kuota RKAB di Belitung yang menuai catatan soal risiko moral hazard
Saham

3 minggu yang lalu

TINS Boleh Produksi Timah di Atas Kuota RKAB, Pakar Ingatkan Risiko Moral Hazard

Pakar minerba dari Pushep, Bisman Bakhtiar, menilai kebijakan yang memperbolehkan PT Timah (TINS) beroperasi dan membeli bijih timah dari IPR meski kuota RKAB habis memunculkan risiko moral hazard. Kebijakan yang berdasar Perpres No. 79/2026 ini memberi TINS izin berproduksi di atas kuota RKAB selama satu tahun di Pulau Belitung dengan verifikasi surveyor independen tiap bulan, meski Bisman mengingatkan potensi melemahnya fungsi RKAB sebagai instrumen pengendalian produksi.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Ilustrasi Moody's menurunkan prospek Bayan Resources menjadi negatif akibat ketidakpastian revisi RKAB dan kondisi force majeure
Saham

4 minggu yang lalu

Moody's Pangkas Outlook BYAN Jadi Negatif, Force Majeure Ancam Pangkas EBITDA

Moody's Ratings menurunkan prospek PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi negatif dari stabil, meski peringkat tetap di Ba1, dengan pemicunya kondisi force majeure akibat revisi RKAB 2026 yang belum disetujui, bukan masuknya Haji Isam. Moody's memperkirakan BYAN berpotensi kehilangan EBITDA hingga US$300 juta jika revisi RKAB tak kunjung disetujui, sementara transaksi pengambilalihan 30% saham oleh Haji Isam lewat Jhonlin Baratama berjalan dan Kementerian ESDM menargetkan evaluasi revisi RKAB

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel RKAB