Saham

INET Caplok 60% Saham Sarana Global Indonesia, Kuasai Jaringan Kabel Bawah Laut

Ringkasan Cepat

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengumumkan akuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI), perusahaan EPC dan pemeliharaan sistem kabel bawah laut untuk serat optik dan kabel listrik. Langkah ini memberi INET kapabilitas end-to-end dari perencanaan, konstruksi, hingga pemeliharaan kabel laut, ditopang rekam jejak SGI di proyek Palapa Ring, armada berbendera Indonesia, serta kontrak pemeliharaan jangka panjang yang menjadi basis pendapatan berulang untuk memperkuat tulang punggung

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi INET mengakuisisi Sarana Global Indonesia untuk menguasai infrastruktur kabel bawah laut dari konstruksi hingga pemeliharaan

Ilustrasi INET mengakuisisi Sarana Global Indonesia untuk menguasai infrastruktur kabel bawah laut dari konstruksi hingga pemeliharaan (Foto:INET)

Emitenhub.com - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), penyedia layanan telekomunikasi dan infrastruktur digital yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, mengumumkan penyertaan modal untuk memperoleh 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI), perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa, pengadaan, konstruksi (EPC), dan pemeliharaan sistem kabel bawah laut untuk serat optik dan kabel listrik.

Transaksi ini merupakan langkah strategis INET untuk membangun kapabilitas infrastruktur kabel laut yang terintegrasi, mulai dari perencanaan, konstruksi, pengoperasian, hingga pemeliharaan.

SGI memiliki kapabilitas EPC dan pemeliharaan sistem kabel bawah laut untuk serat optik dan kabel listrik. SGI juga memiliki kapal kabel khusus Pacific Guardian, tongkang penggelar kabel Nostag 10, serta fasilitas gudang kabel di Kupang.

Rekam Jejak SGI Dua Dekade di Jaringan Bawah Laut

Didirikan pada 2000 dan bertransformasi menjadi perusahaan EPC sejak 2010, SGI memiliki rekam jejak yang kuat di segmen kabel laut domestik.

  • Rekam jejak proyek SGI mencakup Palapa Ring Barat (1.744 km), Palapa Ring Timur (2.071 km), Perluasan Palapa Ring Timur (1.247 km), Sabang-Lhokseumawe-Medan (625 km), Aceh-Sibolga-Batam-Larantuka (769 km), dan Luwuk-Tutuyan (342 km).

  • Pada kabel listrik bawah laut, SGI mengerjakan pemasangan kabel daya PLN-WIKA sepanjang 36 km (3 sirkuit) dan proyek interkoneksi Singapura-Malaysia, serta pekerjaan pemulihan dan perbaikan sirkuit pada 2023-2025.

  • SGI memegang kontrak pemeliharaan jangka panjang dengan PT Palapa Timur Telematika (15 tahun, sejak 2019, mencakup 4.571 km jaringan Palapa Ring Timur), PT Len Telekomunikasi Indonesia (Palapa Ring Tengah, 1.807 km), dan PT Mora Telematika Indonesia (jalur Sape-Ende-Kupang-Bajo).

  • Dari sisi armada dan fasilitas, SGI mengoperasikan kapal kabel khusus Pacific Guardian (115,6 m, 6.133 GT, dilengkapi ROV berkemampuan 2.500 m) dan tongkang penggelar kabel Nostag 10 (92 m x 28 m, 4.212 GT), keduanya berbendera Indonesia, serta gudang kabel seluas 1.000 m2 dengan kapasitas tangki 200 km di Kupang.

  • Kontrak pemeliharaan jangka panjang yang sedang berjalan mencakup Palapa Ring Timur, Palapa Ring Tengah, serta jalur Sape-Ende-Kupang-Bajo, yang memberikan basis pendapatan berulang bagi SGI.

Rasional Strategis di Balik Akuisisi INET

Akuisisi SGI membawa sejumlah pertimbangan strategis bagi INET.

  • Integrasi vertikal. Akuisisi SGI memberi INET kapabilitas untuk membangun dan memelihara infrastruktur kabel laut dalam satu ekosistem usaha, sekaligus memperkuat kendali atas pelaksanaan proyek dan pemulihan gangguan.

  • Sinergi dengan tulang punggung nasional. Kapabilitas SGI melengkapi inisiatif INET dalam pengembangan jaringan tulang punggung serat optik nasional sepanjang kurang-lebih 21.800 km, dengan segmen bawah laut menjadi mata rantai paling kritis sekaligus paling langka kapasitas pelaksananya.

  • Pendapatan berulang dan defensif. Kontrak pemeliharaan multitahun SGI memberikan arus kas yang stabil dan dapat diprediksi, sehingga menyeimbangkan profil pendapatan INET.

  • Akses ke pasar kabel listrik bawah laut. Rekam jejak SGI pada proyek kabel daya membuka peluang bagi INET untuk memperluas layanan ke segmen infrastruktur kabel listrik bawah laut.

  • Kedaulatan infrastruktur. Armada berbendera Indonesia memenuhi asas cabotage dan mendukung agenda pemerintah dalam ketahanan infrastruktur digital dan energi nasional.

"Indonesia adalah negara kepulauan, dan masa depan digital kita secara harfiah terletak di dasar laut. Melalui akuisisi SGI, INET memiliki kemampuan end-to-end untuk membangun, mengoperasikan, dan menjaga jaringan yang menghubungkan Indonesia. Akuisisi ini merupakan investasi untuk memperkuat kedaulatan konektivitas Indonesia," ujar Direktur Utama INET Muhammad Arif.

Sementara itu, Direktur SGI Bastian Sembiring menyatakan selama lebih dari dua dekade, tim SGI telah menggelar dan menjaga ribuan kilometer kabel di perairan Nusantara.

Akuisisi 60% saham SGI menempatkan INET pada posisi mengendalikan seluruh rantai infrastruktur kabel laut, dari perencanaan dan konstruksi hingga pemeliharaan, di negara kepulauan yang bergantung pada jaringan bawah laut untuk konektivitas digitalnya. Rekam jejak SGI di proyek Palapa Ring serta kontrak pemeliharaan jangka panjangnya memberi INET basis pendapatan berulang sekaligus akses ke segmen kabel listrik bawah laut yang selama ini terbatas pemainnya. Pada akhirnya, nilai strategis langkah ini akan diukur dari seberapa efektif INET mengintegrasikan kapabilitas SGI ke dalam pengembangan tulang punggung serat optik nasionalnya.

Iklan