Emitenhub.com - PEFINDO memangkas peringkat PT Danareksa (Persero) dan obligasinya yang masih beredar menjadi idA+, dari sebelumnya idAA. Pemicunya bukan pelemahan bisnis, melainkan perubahan arah korporasi Danareksa menjadi holding yang fokus pada kawasan industri. Prospek peringkatnya tetap stabil.
Penurunan itu mencerminkan menyusutnya penilaian PEFINDO atas kemungkinan dukungan luar biasa dari pemerintah. Danareksa dulu memegang portofolio lintas sektor, dari jasa keuangan, konstruksi, kawasan industri, hingga bidang lainnya. Pemerintah kini mengarahkan perusahaan untuk fokus menata dan memperkuat kawasan industri milik negara.
Pergeseran peran itu mengubah penilaian berbasis metodologi dukungan induk. PEFINDO menyoroti tiga hal: kemungkinan dukungan luar biasa pemerintah, dampak sosial, dan konsekuensi bila perusahaan gagal bayar.
Danareksa tetap dinilai punya relevansi strategis bagi pemerintah. Peringkatnya mencerminkan peluang dukungan pemerintah yang cukup tinggi, ditopang profil kredit mandiri yang kuat di industri kawasan industri serta fleksibilitas keuangan yang baik. Di sisi lain, struktur permodalan dan perlindungan arus kas yang moderat masih membatasi peringkat, ditambah paparan terhadap kondisi makroekonomi yang kurang menguntungkan.
Danareksa menjalankan peran sebagai holding kawasan industri milik negara. Perusahaan mengelola tujuh kawasan lewat sejumlah entitas, yakni PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Makassar, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kawasan Industri Terpadu Batang, dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung.
Pemerintah Indonesia menggenggam kendali penuh atas Danareksa melalui satu lembar saham Dwiwarna Seri A per 30 Juni 2026. Saham Seri B berada di tangan PT Danantara Asset Management (Persero).
Faktor yang Bisa Mengerek atau Menekan Peringkat
PEFINDO membuka peluang kenaikan peringkat bila Danareksa memperkuat posisi pasarnya. Syaratnya, perusahaan memperluas portofolio kawasan industri yang dikelola sambil memperbaiki leverage keuangan secara berkelanjutan.
Sebaliknya, peringkat bisa turun lagi bila Danareksa meleset dari target pendapatan atau profitabilitas. Risiko serupa muncul jika perusahaan membiayai belanja modal dengan utang yang jauh melampaui proyeksi tanpa prospek bisnis yang lebih kuat. Tekanan juga membayangi apabila kontribusi Danareksa kepada pemerintah dinilai menyusut, atau dukungan negara tak terlihat saat perusahaan menghadapi tekanan keuangan.


