Saham

Prodia (PRDA) Sudah Serap Rp52 Miliar untuk Buyback, Sisa Dana Rp98 Miliar

Ringkasan Cepat

PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) telah merealisasikan sekitar Rp52 miliar dari program buyback saham berpagu maksimal Rp150 miliar. Perseroan menyerap total 18,64 juta saham sepanjang Agustus hingga awal Oktober 2026, menyisakan dana Rp98,03 miliar. Buyback berlangsung hingga 19 November 2026 dengan batas pembelian maksimal 20% dari modal disetor.

• 1 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Logo PT Prodia Widyahusada (PRDA) terkait realisasi program buyback saham senilai Rp150 miliar

Logo PT Prodia Widyahusada (PRDA) terkait realisasi program buyback saham senilai Rp150 miliar (Foto:PRDL)

Emitenhub.com -

PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) sudah merogoh sekitar Rp52 miliar dari program pembelian kembali atau buyback sahamnya. Emiten laboratorium klinik ini memakai dana itu untuk menyerap saham sepanjang Agustus hingga awal Oktober 2026. Aksi tersebut menyisakan ruang anggaran yang masih besar dari pagu maksimal Rp150 miliar.

PRDA mengungkap realisasi itu lewat keterbukaan informasi pada Jumat (9/10/2026). Pada periode 20-31 Agustus 2026, perseroan menyerap 3.605.000 saham pada rentang harga Rp2.474 hingga Rp2.602 per saham.

Pembelian berlanjut sepanjang 1-30 September 2026. PRDA menebus 10.735.800 saham dengan rentang harga Rp2.652 hingga Rp2.843 per saham. Pada 1-9 Oktober 2026, perseroan menambah 4.295.700 saham lagi.

Dari seluruh realisasi itu, dana buyback yang belum terpakai tersisa Rp98,03 miliar. Perseroan mengumumkan rencana buyback senilai maksimal Rp150 miliar pada 19 Agustus 2026, di tengah fluktuasi harga sahamnya.

PRDA membatasi jumlah saham yang dibeli kembali agar tidak melampaui 20% dari modal disetor. Perseroan juga memperhitungkan kepemilikan saham treasuri yang kini 5,09% serta ketentuan saham beredar atau free float.

Manajemen menempatkan buyback sebagai bagian dari upaya menaikkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menjaga profitabilitas saat pasar modal bergejolak. Perseroan menilai aksi ini mencerminkan likuiditas yang memadai dan kondisi keuangan yang sehat. PRDA menjadwalkan pelaksanaan buyback berlangsung sampai 19 November 2026.

Iklan