Pefindo

Ilustrasi Maybank Indonesia Finance yang mempertahankan peringkat kredit idAAA dengan prospek stabil dari Pefindo untuk perusahaan dan Obligasi Berkelanjutan IV.
Market

2 hari yang lalu

Pefindo Pertahankan Rating idAAA Maybank Finance dan Obligasi Berkelanjutan IV, Prospek Stabil

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idAAA dengan prospek stabil untuk PT Maybank Indonesia Finance dan Obligasi Berkelanjutan IV. Penilaian tersebut didukung oleh peran strategis perusahaan dalam Grup Maybank, posisi pasar yang kuat, serta tingkat permodalan dan kualitas aset yang sangat kuat. Meski demikian, Pefindo mengingatkan bahwa pelemahan dukungan grup maupun kondisi keuangan dapat memengaruhi peringkat perusahaan.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Ilustrasi fasilitas pengolahan batu bara metalurgi PT Maruwai Coal, anak usaha Alamtri Minerals Indonesia (ADMR), yang menerbitkan obligasi Rp2 triliun untuk membiayai ekspansi CHPP 2 di Kalimantan Tengah.
Saham

2 hari yang lalu

Anak Usaha ADMR Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun, 92% Dana untuk Ekspansi Tambang Batu Bara

PT Maruwai Coal, anak usaha PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), menerbitkan obligasi senilai sekitar Rp2 triliun yang tercatat di BEI pada 12 Oktober 2026 dengan peringkat idAA dari Pefindo. Obligasi tersebut terdiri atas dua seri dengan bunga tetap 8% dan 8,75% per tahun. Sekitar 92% dana hasil penerbitan akan dialokasikan untuk belanja modal, terutama pembangunan fasilitas pengolahan batu bara CHPP 2 di Murung Raya, Kalimantan Tengah.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Pencatatan Sukuk Wakalah Daaz Bara Lestari I Tahun 2026 senilai Rp378,035 miliar di Bursa Efek Indonesia dengan imbal hasil hingga 10,25% per tahun.
Saham

3 hari yang lalu

Sukuk DAAZ Rp378 Miliar Resmi Tercatat di BEI, Imbal Hasil hingga 10,25%

PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) resmi mencatatkan Sukuk Wakalah I Tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia pada 13 Oktober 2026 dengan nilai emisi Rp378,035 miliar. Sukuk tersebut terdiri atas dua seri dengan target imbal hasil ekuivalen 9% dan 10,25% per tahun. Dana penerbitan akan digunakan untuk membiayai modal kerja PT Indo Lautan Energi (ILE), terutama pembelian BBM jenis solar.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel Pefindo