Saham

PEFINDO Kerek Prospek Chandra Asri (TPIA) Jadi Positif, Bisnis Kilang Minyak Jadi Kunci

Ringkasan Cepat

PEFINDO merevisi prospek peringkat PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) beserta obligasinya dari stabil menjadi positif, sementara peringkat korporasi tetap dipertahankan di level idAA-. Revisi ini didorong penguatan kinerja bisnis kilang minyak di tengah tingginya harga minyak mentah global, dengan peluang kenaikan peringkat bergantung pada kemampuan TPIA menjaga profil keuangan lewat diversifikasi seperti konsolidasi SPBU ESSO, transaksi Cycle & Carriage, dan proyek CA-EDC.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi PEFINDO merevisi prospek peringkat Chandra Asri Pacific menjadi positif ditopang kinerja bisnis kilang minyak

Ilustrasi PEFINDO merevisi prospek peringkat Chandra Asri Pacific menjadi positif ditopang kinerja bisnis kilang minyak (Foto:TPIA)

Emitenhub.com - Lembaga pemeringkat efek Indonesia, PEFINDO, merevisi prospek peringkat PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) beserta obligasi beredarnya dari stabil menjadi positif. Penyesuaian prospek ini didorong penguatan kinerja bisnis kilang minyak perusahaan di tengah tingginya harga minyak mentah global.

Peringkat korporasi emiten petrokimia tersebut tetap dipertahankan pada level idAA- oleh lembaga pemeringkat efek nasional itu.

Berdasarkan laporan resmi PEFINDO, tingginya harga minyak mentah pada semester pertama 2026 berdampak positif secara langsung terhadap lini bisnis kilang minyak. Lini usaha ini menjadi pendorong utama peningkatan pendapatan dan margin keuntungan TPIA di Indonesia.

PEFINDO menilai pendapatan serta EBITDA TPIA akan lebih stabil dalam jangka pendek. Kinerja ini didukung integrasi bisnis kilang minyak, solusi mobilitas, dan sektor infrastruktur yang pada akhirnya memperkuat profil bisnis dan keuangan perusahaan.

Peringkat idAA- mencerminkan posisi dominan TPIA dalam industri energi, kimia, dan infrastruktur domestik. Kekuatan ini ditopang sinergi mitra strategis, kegiatan usaha terintegrasi vertikal, serta fleksibilitas keuangan yang kuat. Namun, peringkat masih dibatasi oleh struktur permodalan yang moderat dan sensitivitas pada siklus industri kimia.

Peluang kenaikan peringkat dapat terealisasi jika TPIA mampu menjaga profil keuangannya saat harga minyak mentah kembali ke level normal. Stabilitas ini diharapkan ditopang diversifikasi bisnis, termasuk konsolidasi jaringan SPBU ESSO sejak 1 Januari 2026, rencana transaksi Cycle & Carriage (C&C), serta proyek Chlor-Alkali and Ethylene Dichloride (CA-EDC).

Sebagai pemain utama industri hilir energi Indonesia dan Singapura, TPIA juga memegang 60% saham di PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Per 30 Juni 2026, kepemilikan saham TPIA dikuasai oleh PT Barito Pacific Tbk (34,63%), SCG Chemicals (15,71%), PT Top Investment Indonesia (15,00%), Prajogo Pangestu (5,03%), Marigold Resources (3,92%), Erwin Ciputra (0,17%), dan masyarakat umum (25,54%).

Revisi prospek dari stabil ke positif menempatkan TPIA selangkah lebih dekat ke potensi kenaikan peringkat, dengan bisnis kilang minyak sebagai motor utama di tengah tingginya harga minyak mentah. Ujiannya justru datang ketika harga minyak kembali normal, karena di titik itu ketahanan profil keuangan perseroan akan bergantung pada seberapa efektif diversifikasi lewat konsolidasi SPBU ESSO, transaksi Cycle & Carriage, dan proyek CA-EDC menopang pendapatan. Konsistensi menjaga struktur permodalan di tengah siklus industri kimia yang fluktuatif menjadi kunci apakah peluang re-rating itu benar-benar terwujud.

Iklan