Saham

INDF Siapkan Buyback Saham Rp750 Miliar, Laba per Saham Diproyeksi Naik

Ringkasan Cepat

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menyiapkan dana maksimal Rp750 miliar untuk melaksanakan buyback saham pada 26 Oktober hingga 31 Desember 2026. Aksi korporasi yang didanai kas internal tersebut diproyeksikan meningkatkan laba per saham dari Rp538 menjadi Rp545. Manajemen memastikan pembelian kembali saham tidak akan berdampak negatif material terhadap kegiatan usaha perseroan.

• 2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) terkait rencana buyback saham senilai maksimal Rp750 miliar dan proyeksi kenaikan laba per saham dari Rp538 menjadi Rp545.

Ilustrasi PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) terkait rencana buyback saham senilai maksimal Rp750 miliar dan proyeksi kenaikan laba per saham dari Rp538 menjadi Rp545. (FOTO:Indofood)

Emitenhub.com - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menyiapkan dana maksimal Rp750 miliar untuk melaksanakan pembelian kembali saham atau buyback. Aksi korporasi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 26 Oktober hingga 31 Desember 2026 melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan keterbukaan informasi pada Jumat (23/10/2026), seluruh pendanaan buyback akan menggunakan kas internal perseroan. Anggaran Rp750 miliar tersebut belum termasuk biaya transaksi, jasa perantara perdagangan efek, serta pengeluaran lain yang berkaitan dengan pelaksanaannya.

Jumlah saham yang dibeli kembali ditetapkan tidak melebihi 20 persen dari modal disetor perseroan. Pelaksanaannya juga tetap memperhatikan ketentuan batas minimum saham beredar di publik atau free float.

Program buyback akan berakhir pada 31 Desember 2026 atau lebih awal apabila penggunaan dana telah mencapai batas maksimal Rp750 miliar. Perseroan akan menunjuk satu anggota bursa untuk menjalankan transaksi pembelian kembali saham.

Manajemen INDF menyatakan aksi korporasi tersebut tidak diperkirakan menimbulkan dampak negatif material terhadap kegiatan usaha maupun pendapatan perusahaan. Kondisi permodalan dan arus kas dinilai masih memadai untuk mendukung operasional serta rencana pengembangan bisnis.

Dampak Buyback terhadap Aset dan Laba per Saham INDF

Berdasarkan proforma laporan keuangan per 30 Juni 2026, total aset Indofood diperkirakan berkurang dari Rp231,25 triliun menjadi Rp230,50 triliun setelah pelaksanaan buyback senilai maksimal Rp750 miliar.

Penurunan juga diproyeksikan terjadi pada ekuitas perseroan, dari sebelumnya Rp124,71 triliun menjadi Rp123,96 triliun.

Meski demikian, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk diperkirakan tidak berubah, yakni sebesar Rp4,72 triliun.

Sementara itu, laba bersih per saham atau earnings per share (EPS) diproyeksikan meningkat dari Rp538 menjadi Rp545 setelah pembelian kembali saham dilaksanakan.

Dalam pelaksanaannya, INDF akan melakukan pembelian pada harga yang dinilai baik dan wajar sesuai ketentuan yang berlaku. Saham hasil pembelian kembali akan dicatat sebagai saham treasuri.

Dari sisi perdagangan, saham INDF tercatat ditutup menguat 1,89 persen ke level Rp6.750 per saham. Sepanjang 2026, pergerakan saham emiten barang konsumsi tersebut relatif tidak berubah secara kumulatif, meskipun mengalami volatilitas harga.

Iklan