Saham

Laba FORE Melonjak 49,7% Jadi Rp90 Miliar, Pendapatan Tembus Rp1,6 Triliun

Ringkasan Cepat

PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 53,3% menjadi Rp1,6 triliun sepanjang Januari hingga September 2026. Laba bersih meningkat 49,7% menjadi Rp90 miliar, sementara EBITDA tumbuh 70,6% mencapai Rp342,2 miliar. Ekspansi jaringan turut berlanjut dengan total 410 gerai Fore Coffee dan Fore Donut di Indonesia serta Singapura.

• 3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi gerai Fore Coffee dan Fore Donut milik PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) terkait pertumbuhan laba bersih 49,7% menjadi Rp90 miliar dan pendapatan Rp1,6 triliun hingga September 2026.

Ilustrasi gerai Fore Coffee dan Fore Donut milik PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) terkait pertumbuhan laba bersih 49,7% menjadi Rp90 miliar dan pendapatan Rp1,6 triliun hingga September 2026. (Foto:FORE)

Emitenhub.com - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba sepanjang sembilan bulan pertama 2026, didukung perluasan jaringan gerai Fore Coffee dan Fore Donut. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,6 triliun, meningkat 53,3 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp1,04 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut diikuti kenaikan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar 70,6 persen menjadi Rp342,2 miliar. Margin EBITDA juga meningkat dari 19,3 persen menjadi 21,4 persen.

Sementara itu, laba bersih FORE mencapai Rp90 miliar atau tumbuh 49,7 persen dibandingkan periode Januari hingga September 2025.

Kinerja sembilan bulan pertama 2026 tersebut membuat penjualan bersih, laba kotor, dan EBITDA perseroan telah melampaui capaian sepanjang tahun penuh 2025.

Dari sisi ekspansi, Fore Coffee Indonesia membuka lebih dari 70 gerai baru selama Januari hingga September 2026. Penambahan tersebut membuat jumlah gerai aktif Fore Coffee di Indonesia mencapai 388 lokasi.

Realisasi pembukaan gerai hingga September juga telah melampaui target awal perseroan sebanyak 70 gerai untuk sepanjang 2026. Lebih dari 55 persen gerai baru berlokasi di kota Tier 2 dan Tier 3 sebagai bagian dari strategi perluasan pasar di luar wilayah utama.

Secara keseluruhan, jaringan usaha FORE telah mencapai 410 gerai. Jumlah tersebut terdiri atas 388 gerai Fore Coffee Indonesia, lima gerai di Singapura, serta 17 gerai Fore Donut.

Fore Donut Perluas Jaringan dan Diversifikasi Produk

Selain bisnis kopi, FORE terus mengembangkan Fore Donut sebagai bagian dari diversifikasi portofolio usaha. Merek yang diluncurkan pada September 2025 tersebut kini telah beroperasi di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Bandung, dan Surabaya.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, Fore Donut menambah 15 gerai baru. Sebanyak 11 gerai dibuka di kawasan Jabodetabek, sedangkan Bandung dan Surabaya masing-masing mendapat tambahan dua gerai.

Ekspansi terbaru di Bogor mencakup pembukaan gerai di Living World Kota Wisata dan Cibinong City Mall. Kehadiran kedua lokasi tersebut memperluas jangkauan Fore Donut di wilayah penyangga Jakarta.

Seiring pertumbuhan jaringan, perseroan juga memperkenalkan sejumlah produk baru pada kuartal III/2026. Inovasi tersebut meliputi Crumbs & Crunch Series untuk kategori donat serta The Layered Pairings pada kategori minuman.

Pengembangan produk dan penambahan gerai menjadi bagian dari upaya FORE menjangkau lebih banyak konsumen sekaligus memperluas sumber pendapatan grup.

Presiden Direktur Fore Indonesia, Vico Lomar, menyampaikan bahwa perseroan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jumlah gerai, tetapi juga peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional di setiap lokasi.

Manajemen turut menekankan pentingnya penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) serta pengelolaan modal secara hati-hati.

Vico memastikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) tetap mengacu pada strategi bisnis perseroan.

FORE akan melanjutkan penguatan operasional dan pengembangan jaringan usaha dengan tetap memperhatikan kualitas produk, produktivitas gerai, serta pengelolaan modal untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Iklan