Emitenhub.com - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat pertumbuhan laba sebesar 26,12 persen menjadi Rp4,2 triliun sepanjang Januari hingga September 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba perseroan tercatat Rp3,33 triliun. Kenaikan tersebut terjadi di tengah pertumbuhan penjualan bersih dan meningkatnya beban pokok penjualan.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026, penjualan bersih UNVR mencapai Rp25,75 triliun atau meningkat 7,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp24,03 triliun.
Meski pendapatan tumbuh, harga pokok penjualan meningkat menjadi Rp14,12 triliun dari sebelumnya Rp12,28 triliun. Kondisi ini membuat laba kotor perseroan turun menjadi Rp11,62 triliun dibandingkan Rp11,74 triliun pada periode Januari hingga September 2025.
Dari sisi pengeluaran operasional, UNVR berhasil menekan beban pemasaran dan penjualan menjadi Rp5,25 triliun dari sebelumnya Rp5,56 triliun. Sebaliknya, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp2,44 triliun dibandingkan Rp2,17 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga membukukan penghasilan lain-lain sebesar Rp158,53 miliar, berbalik dari posisi negatif Rp2,91 miliar pada tahun sebelumnya. Perubahan tersebut turut menyertai peningkatan laba usaha menjadi Rp4,08 triliun dari Rp3,99 triliun.
Pendapatan Keuangan Meningkat, Aset UNVR Menyusut
Kinerja keuangan UNVR turut ditopang pertumbuhan penghasilan keuangan yang mencapai Rp100,19 miliar. Nilai tersebut meningkat dari Rp6,16 miliar pada periode Januari hingga September 2025.
Sementara itu, biaya keuangan turun menjadi Rp23,13 miliar dibandingkan Rp98,67 miliar pada tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak penghasilan tercatat meningkat menjadi Rp4,16 triliun dari Rp3,9 triliun.
Beban pajak penghasilan perseroan juga mengalami penurunan menjadi Rp851,4 miliar dari sebelumnya Rp910,25 miliar. Setelah memperhitungkan beban pajak, laba dari operasi yang dilanjutkan mencapai Rp3,31 triliun, meningkat dari Rp2,99 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Adapun laba per saham dasar UNVR tercatat sebesar Rp87 per saham, naik dibandingkan Rp79 per saham pada periode Januari hingga September 2025.
Dari sisi neraca keuangan, total aset UNVR per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp18,2 triliun. Jumlah tersebut menyusut dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp20,02 triliun.
Penurunan juga terjadi pada total liabilitas perseroan yang mencapai Rp14 triliun, lebih rendah dari posisi akhir 2025 sebesar Rp15,54 triliun.
Sementara itu, jumlah ekuitas UNVR turun menjadi Rp4,2 triliun dari sebelumnya Rp4,47 triliun pada akhir tahun lalu.
Dengan perkembangan tersebut, UNVR mencatat peningkatan laba dan penjualan selama sembilan bulan pertama 2026, meskipun laba kotor serta total aset perseroan mengalami penurunan.


