Market

Harga Batu Bara Acuan November 2026 Turun ke USD125,60, HBA I hingga III Naik

Ringkasan Cepat

Kementerian ESDM menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) utama periode 1–14 November 2026 sebesar USD125,60 per ton, turun 0,95 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sebaliknya, HBA I, II, dan III mengalami kenaikan masing-masing sebesar 4,52 persen, 4,81 persen, dan 2,44 persen. Meski terkoreksi secara periode, HBA utama masih meningkat sekitar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

• 2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi aktivitas pertambangan batu bara Indonesia dengan Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode pertama November 2026 sebesar USD125,60 per ton, turun 0,95 persen.

Ilustrasi aktivitas pertambangan batu bara Indonesia dengan Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode pertama November 2026 sebesar USD125,60 per ton, turun 0,95 persen.

Emitenhub.com - Harga Batu Bara Acuan (HBA) Indonesia menunjukkan pergerakan beragam pada awal November 2026. Harga acuan batu bara berkalori tinggi mengalami penurunan, sementara tiga kategori batu bara dengan nilai kalori lebih rendah justru mencatat kenaikan dibandingkan periode sebelumnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan HBA utama untuk periode pertama November 2026 sebesar USD125,60 per ton, turun 0,95 persen atau USD1,21 per ton dari USD126,81 per ton pada periode kedua Oktober 2026.

Berdasarkan siaran pers Kementerian ESDM, Rabu (4/11/2026), penurunan tersebut dipengaruhi pelemahan harga jual aktual batu bara dalam transaksi dengan tanggal pengapalan 8 September hingga 7 Oktober 2026.

Data transaksi tersebut digunakan sebagai dasar perhitungan HBA, sekaligus menjadi salah satu acuan pembayaran royalti melalui aplikasi ePNBP Minerba.

Meski mengalami koreksi dibandingkan periode sebelumnya, HBA utama masih berada di atas level tahun lalu. Pada periode pertama November 2025, harga acuan tercatat sebesar USD103,75 per ton.

Dengan demikian, HBA utama meningkat USD21,85 per ton atau sekitar 21 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

HBA Kalori Menengah dan Rendah Kompak Menguat

Berbeda dengan HBA utama, tiga kategori harga acuan batu bara lainnya mengalami kenaikan untuk periode 1–14 November 2026.

HBA I untuk batu bara dengan nilai kalori 5.300 kcal/kg GAR ditetapkan sebesar USD97,85 per ton, meningkat 4,52 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, HBA II dengan nilai kalori 4.100 kcal/kg GAR naik 4,81 persen menjadi USD69,28 per ton.

Kenaikan juga terjadi pada HBA III untuk batu bara berkalori 3.400 kcal/kg GAR, yang ditetapkan sebesar USD46,64 per ton atau meningkat 2,44 persen dari periode sebelumnya.

Dengan perkembangan tersebut, tiga kategori batu bara berkalori menengah hingga rendah mencatat penguatan harga, berlawanan dengan pergerakan HBA utama yang mengalami penurunan tipis.

HBA utama digunakan sebagai acuan perhitungan Harga Patokan Batubara (HPB) untuk komoditas dengan nilai kalori di atas 6.000 kcal/kg GAR.

Dalam menentukan HPB, pemerintah turut memperhitungkan karakteristik kualitas batu bara, meliputi nilai kalori, kandungan air, belerang (sulphur), serta kadar abu.

Penetapan harga acuan tersebut mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 268 Tahun 2025 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan Batubara.

Berdasarkan ketentuan tersebut, perhitungan HBA menggunakan rata-rata tertimbang berdasarkan volume transaksi dan harga jual aktual batu bara pada titik serah Free on Board (FOB) Vessel.

Keempat kategori HBA berlaku untuk periode 1–14 November 2026. Penetapan harga secara berkala ini menjadi acuan bagi pelaku usaha pertambangan dalam transaksi penjualan batu bara sekaligus mendukung perhitungan penerimaan negara dari sektor pertambangan.

Iklan