Saham

PGEO Tak Akan Buyback Saham, Fokus Tingkatkan Free Float Jadi 15%

Ringkasan Cepat

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memastikan tidak akan melakukan pembelian kembali saham (buyback) karena berpotensi mengurangi porsi saham publik atau free float. Perseroan tengah mempertimbangkan sejumlah opsi, termasuk divestasi saham oleh pemegang saham eksisting maupun penerbitan saham baru. PGEO menargetkan peningkatan free float dari 11,18 persen menjadi 12,5 persen pada Maret 2027 dan 15 persen pada 2028.

• 2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memilih tidak melakukan buyback saham dan menargetkan peningkatan free float menjadi 15 persen pada 2028.

Ilustrasi pusat data berbasis energi panas bumi yang dikembangkan Pertamina Geothermal Energy (PGEO) melalui proyek percontohan berkapasitas 5 MW di Kamojang, Jawa Barat. (Foto PGEO)

Emitenhub.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memastikan tidak akan melakukan pembelian kembali saham (buyback) di tengah meningkatnya aksi korporasi serupa oleh sejumlah emiten. Perseroan memilih memprioritaskan peningkatan porsi saham publik atau free float untuk memenuhi ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Keuangan PGEO, Fransetya H. Hutabarat, menjelaskan bahwa buyback tidak menjadi pilihan karena berpotensi mengurangi jumlah saham yang beredar di masyarakat. Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan strategi perseroan yang tengah berupaya meningkatkan porsi kepemilikan publik.

"Kita tidak akan melakukan buyback. Kenapa? Karena itu akan mengurangi free float kita," ujar Frans dalam media briefing, Rabu (4/11/2026).

Saat ini, PGEO telah menyelesaikan kajian terkait sejumlah alternatif untuk memenuhi ketentuan free float. Namun, pelaksanaannya masih menunggu persetujuan internal sebelum manajemen menentukan langkah yang akan diambil.

Beberapa opsi yang tengah dipertimbangkan mencakup divestasi saham oleh pemegang saham eksisting maupun penerbitan saham baru. Perseroan belum menetapkan mekanisme yang akan digunakan dan berencana menyampaikan keputusan setelah seluruh proses internal selesai.

Berdasarkan paparan publik kinerja sembilan bulan pertama 2026, porsi free float PGEO tercatat sebesar 11,18 persen per 30 September 2026.

Dengan posisi tersebut, perseroan menargetkan peningkatan saham publik menjadi 12,5 persen pada Maret 2027, sebelum mencapai 15 persen pada 2028.

Target tersebut sejalan dengan perubahan ketentuan minimum free float yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dari sebelumnya 7,5 persen menjadi 15 persen.

Pemenuhan ketentuan baru bagi emiten yang telah tercatat di BEI dilakukan secara bertahap. Perusahaan dengan porsi saham publik di bawah 12,5 persen diwajibkan meningkatkan free float menjadi minimal 12,5 persen pada 2027, kemudian mencapai 15 persen pada 2028.

Dengan demikian, PGEO perlu meningkatkan porsi kepemilikan publik dari posisi saat ini untuk memenuhi tahapan ketentuan tersebut.

Di sisi lain, Frans mengungkapkan bahwa minat investor institusi asing terhadap saham PGEO menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Perseroan berharap penambahan porsi saham publik dapat mendukung likuiditas perdagangan sekaligus memperkuat daya tarik saham PGEO bagi investor, terutama dari kalangan institusi.

Iklan