Saham

ITMG Siapkan Buyback Saham Rp2,31 Triliun, Dimulai 5 November 2026

Ringkasan Cepat

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyiapkan dana maksimal Rp2,311 triliun untuk program pembelian kembali saham (buyback) yang berlangsung mulai 5 November 2026 hingga 4 Februari 2027. Dana aksi korporasi tersebut berasal dari kas internal perseroan. Berdasarkan simulasi proforma, buyback berpotensi meningkatkan laba per saham (EPS) dan return on equity (ROE), meskipun nilai aset serta ekuitas diperkirakan menurun.

• 3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyiapkan dana maksimal Rp2,311 triliun untuk pembelian kembali saham mulai 5 November 2026 hingga 4 Februari 2027.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyiapkan dana maksimal Rp2,311 triliun untuk pembelian kembali saham mulai 5 November 2026 hingga 4 Februari 2027. (Foto:ITMG)

Emitenhub.com - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyiapkan dana maksimal Rp2,311 triliun untuk melaksanakan pembelian kembali saham (buyback). Aksi korporasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 5 November 2026 hingga 4 Februari 2027.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (4/11/2026), seluruh dana buyback akan bersumber dari kas internal perseroan. Anggaran tersebut sudah mencakup biaya perantara pedagang efek serta biaya lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelian kembali saham.

Manajemen ITMG menyampaikan bahwa buyback akan dilakukan secara hati-hati dan terstruktur untuk membantu menjaga stabilitas perdagangan saham, mempertahankan kepercayaan investor, serta mendukung terciptanya pasar modal yang teratur, wajar, dan efisien.

Pelaksanaan aksi korporasi ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka dan POJK Nomor 13 Tahun 2023 mengenai kebijakan menjaga kinerja serta stabilitas pasar modal dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Perseroan juga merujuk pada surat OJK Nomor S-112/D.04/2026 tertanggal 9 September 2026 dan Nomor S-137/D.04/2026 tertanggal 25 Oktober 2026 terkait kebijakan buyback dalam kondisi pasar yang mengalami fluktuasi signifikan.

ITMG belum menetapkan jumlah pasti saham yang akan dibeli kembali. Namun, sesuai ketentuan yang berlaku, total saham hasil buyback termasuk saham treasuri dari program sebelumnya tidak boleh melebihi 20 persen dari modal disetor.

Perseroan juga akan tetap memperhatikan ketentuan jumlah saham beredar di masyarakat atau free float serta persyaratan lainnya.

Manajemen meyakini pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kinerja maupun pendapatan perseroan karena didukung saldo laba dan arus kas internal yang dinilai mencukupi.

"Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan Buyback tidak akan memberikan pengaruh yang negatif terhadap kinerja dan pendapatan Perseroan karena saldo laba dan arus kas Perseroan yang tersedia saat ini mencukupi untuk kebutuhan dana pelaksanaan Buyback," tulis manajemen ITMG dalam keterbukaan informasi.

Buyback Berpotensi Dongkrak EPS dan ROE ITMG

Meski diyakini tidak mengganggu operasional, penggunaan dana untuk buyback akan memengaruhi posisi aset dan ekuitas perseroan.

Berdasarkan simulasi proforma laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, total aset ITMG diperkirakan turun dari USD2,416 miliar menjadi USD2,289 miliar apabila seluruh rencana pembelian kembali saham direalisasikan sesuai asumsi.

Pada saat yang sama, total ekuitas diproyeksikan berkurang dari USD1,910 miliar menjadi USD1,783 miliar.

Sementara itu, laba periode berjalan dalam perhitungan proforma tetap sebesar USD105,998 juta.

Dengan asumsi jumlah saham beredar di luar saham treasuri turun dari 1,114 miliar menjadi 1,026 miliar saham, laba per saham atau earnings per share (EPS) perseroan diproyeksikan meningkat.

Selain EPS, tingkat pengembalian ekuitas atau return on equity (ROE) juga diperkirakan naik dari 11,1 persen menjadi 11,9 persen.

Peningkatan rasio tersebut terjadi dalam simulasi karena jumlah saham beredar dan nilai ekuitas berkurang, sementara laba yang digunakan dalam perhitungan tidak berubah.

Meski demikian, perhitungan proforma tersebut belum memperhitungkan dampak pembelian kembali saham yang telah dilakukan ITMG sepanjang periode 1 Juli hingga 4 November 2026.

Dengan demikian, perubahan rasio keuangan yang disajikan masih merupakan estimasi berdasarkan asumsi pelaksanaan buyback, bukan realisasi kinerja keuangan setelah aksi korporasi berlangsung.

Buyback Berlangsung hingga Februari 2027

ITMG akan melaksanakan pembelian kembali saham melalui pasar reguler BEI dengan menunjuk satu perusahaan efek sebagai perantara transaksi.

Harga pembelian akan ditentukan pada tingkat yang dinilai baik dan wajar oleh perseroan, dengan tetap mengikuti ketentuan POJK 13/2023 dan POJK 29/2023.

Program buyback dapat dihentikan lebih awal sebelum 4 Februari 2027 apabila penggunaan dana telah mencapai batas maksimal Rp2,311 triliun atau manajemen memutuskan untuk mengakhiri pelaksanaannya.

Perseroan menyatakan posisi keuangan dan modal kerja tetap memadai untuk mendukung kegiatan operasional maupun pengembangan usaha meskipun sebagian kas dialokasikan untuk pembelian kembali saham.

ITMG berharap program tersebut dapat memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan.

Adapun saham hasil buyback nantinya akan dialihkan secara bertahap sesuai jangka waktu dan ketentuan yang diatur dalam POJK 29/2023 serta POJK 13/2023.

Iklan