Market

Ilustrasi pergerakan harga komoditas global, minyak Brent yang diproyeksikan bertahan di atas US$100 per barel hingga kuartal II-2027, dan emas yang diperkirakan mencapai rata-rata US$5.140 per ons pada 2028.
Market

1 hari yang lalu

Harga Komoditas Dunia Diprediksi Cetak Rekor, Minyak Brent US$100 dan Emas Menuju US$5.140

Oxford Economics memperkirakan harga komoditas global mencapai rekor tertinggi pada kuartal IV-2026, dengan indeks spot S&P GSCI diproyeksikan meningkat rata-rata 28% sepanjang tahun. Harga minyak Brent diperkirakan bertahan di atas US$100 per barel hingga kuartal II-2027 akibat gangguan pasokan energi dan risiko geopolitik Timur Tengah. Sementara itu, harga emas diproyeksikan meningkat dari rata-rata US$4.515 per ons pada 2026 menjadi US$5.140 pada 2028, didukung pembelian bank sentral.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Ilustrasi Maybank Indonesia Finance yang mempertahankan peringkat kredit idAAA dengan prospek stabil dari Pefindo untuk perusahaan dan Obligasi Berkelanjutan IV.
Market

2 hari yang lalu

Pefindo Pertahankan Rating idAAA Maybank Finance dan Obligasi Berkelanjutan IV, Prospek Stabil

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idAAA dengan prospek stabil untuk PT Maybank Indonesia Finance dan Obligasi Berkelanjutan IV. Penilaian tersebut didukung oleh peran strategis perusahaan dalam Grup Maybank, posisi pasar yang kuat, serta tingkat permodalan dan kualitas aset yang sangat kuat. Meski demikian, Pefindo mengingatkan bahwa pelemahan dukungan grup maupun kondisi keuangan dapat memengaruhi peringkat perusahaan.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Ilustrasi pergerakan harga komoditas global, minyak Brent yang diproyeksikan bertahan di atas US$100 per barel hingga kuartal II-2027, dan emas yang diperkirakan mencapai rata-rata US$5.140 per ons pada 2028.
Market

3 hari yang lalu

Harga Minyak Indonesia Melonjak ke US$112,81 per Barel, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada September 2026 melonjak US$23,38 menjadi US$112,81 per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah dan risiko gangguan pasokan. Kenaikan juga terjadi pada harga minyak Brent, WTI, Dated Brent, dan OPEC Basket. Pemerintah memproyeksikan ICP Oktober 2026 mulai melandai ke kisaran US$98 hingga US$103 per barel.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel Market

Iklan

Tentang Kategori

Semua artikel tentang Market.