Market

OPEC+ Rem Produksi Minyak Oktober 2026 di Tengah Perang Iran-AS di Selat Hormuz

Ringkasan Cepat

OPEC+ memutuskan menghentikan sementara peningkatan produksi minyak pada Oktober 2026 setelah pertemuan virtual, dengan tujuh negara utama termasuk Arab Saudi dan Rusia sepakat mempertahankan level produksi. Keputusan ini diambil di tengah perang Iran-AS di kawasan Teluk dan Selat Hormuz yang menghambat ekspor minyak, dengan pertemuan lanjutan dijadwalkan pada 4 Oktober untuk meninjau kondisi pasar.

1 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi keputusan OPEC+ menahan peningkatan produksi minyak pada Oktober 2026 di tengah konflik di Selat Hormuz

Ilustrasi keputusan OPEC+ menahan peningkatan produksi minyak pada Oktober 2026 di tengah konflik di Selat Hormuz

Emitenhub.com - Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, memutuskan untuk menghentikan sementara peningkatan produksi minyak pada Oktober 2026.

Dilansir dari Xinhua pada Senin (7/9/2026), keputusan tersebut diambil setelah pertemuan virtual negara anggota OPEC+ pada Minggu.

Negara anggota utama OPEC+ terdiri dari Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman.

"Ketujuh negara peserta memutuskan untuk mempertahankan level produksi," kata kelompok tersebut dalam pernyataannya.

Keputusan ini diambil di tengah berlanjutnya perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk dan Selat Hormuz. Konflik tersebut menghambat ekspor minyak dari kawasan Teluk sekaligus mengurangi kemampuan OPEC+ untuk memengaruhi harga minyak dunia.

Sebelumnya, ketujuh negara kunci OPEC+ telah meningkatkan produksi minyak setiap bulan sejak April 2026.

OPEC menyatakan ketujuh negara tersebut akan kembali menggelar pertemuan pada 4 Oktober untuk meninjau kondisi pasar terbaru.

Langkah OPEC+ menahan produksi pada Oktober menandai jeda dari tren kenaikan pasokan yang berjalan sejak April 2026. Keputusan ini berlangsung saat konflik Iran-AS di Teluk dan Selat Hormuz mengganggu ekspor minyak sekaligus memangkas ruang gerak kelompok tersebut dalam menyetir harga. Arah pasar minyak selanjutnya akan bergantung pada hasil pertemuan 4 Oktober serta perke

Iklan