Bukit Asam

Area tambang batu bara PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) dengan operasional kontraktor jasa pertambangan
Saham

1 minggu yang lalu

Bukit Asam (PTBA) Ajukan Izin Pakai Afiliasi SBS Usai Aturan Baru ESDM

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mengajukan permohonan izin ke Menteri ESDM untuk tetap menggunakan afiliasinya, PT Satria Bahan Sarana (SBS), sebagai kontraktor jasa penambangan menyusul Keputusan Menteri ESDM Nomor 365.K/MB.01/MEM.B/2026. Aturan tersebut melarang produsen batu bara memakai anak usaha atau afiliasi tanpa persetujuan menteri. PTBA menegaskan mendukung kebijakan tata kelola itu sambil mengejar target produksi 49,5 juta ton pada 2026 dan menjaga prioritas kebutuhan domestik.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Area tambang batu bara PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) dengan operasional kontraktor jasa pertambangan
Saham

1 bulan yang lalu

PTBA Ungkap Profit Tergerus Rp14,5 Triliun gara-gara DMO Batu Bara Kelebihan Setoran

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mengungkap profitnya tergerus hingga Rp14,5 triliun sepanjang 2018-2025 akibat memasok batu bara untuk kewajiban domestik (DMO) jauh melebihi ketentuan 25%, dengan realisasi kerap di atas 50%. Pada 2025 porsi penjualan domestik mencapai 54% atau 24,5 juta ton, padahal DMO wajib hanya sekitar 11,8 juta ton, sementara pada semester I/2026 laba bersih perseroan justru meroket 218% menjadi Rp2,65 triliun meski produksi turun akibat cuaca.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Area tambang batu bara PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) dengan operasional kontraktor jasa pertambangan
Saham

1 bulan yang lalu

Laba PTBA Meroket 218%, Dua Sekuritas Kompak Kerek Target Harga hingga Rp3.600

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) berpotensi mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir 2026 di tengah harga batu bara yang diperkirakan stabil, setelah laba bersih semester I melonjak 218% menjadi Rp2,65 triliun. Kiwoom Sekuritas dan UBS Sekuritas kompak menyematkan rekomendasi buy dengan target harga masing-masing Rp3.320 dan Rp3.600, ditopang pemulihan produksi, tambahan kapasitas logistik, proyeksi dividend yield sekitar 9%, serta prospek hilirisasi DME dan SNG.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel Bukit Asam