Emitenhub.com - PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) kembali menyiapkan aksi penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement tahap II dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru.
Berdasarkan prospektus yang diterbitkan Kamis (5/11/2026), jumlah saham tersebut setara dengan maksimal 5,69 persen dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh sebelum pelaksanaan aksi korporasi.
Penerbitan saham baru ini berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan pemegang saham lama hingga 5,39 persen apabila seluruh saham yang direncanakan diterbitkan.
Meski demikian, Bank Ina belum mengumumkan harga pelaksanaan private placement sehingga nilai dana yang berpotensi diperoleh perseroan belum dapat dipastikan.
Dana hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk memperkuat modal kerja, terutama mendukung aktivitas penyaluran kredit. Selain itu, aksi korporasi tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pemenuhan ketentuan modal inti minimum perbankan.
Berdasarkan laporan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) per 30 September 2026 yang telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Aplikasi Pelaporan Online (APOLO), modal inti BINA tercatat sebesar Rp2,64 triliun.
Dua Entitas Terafiliasi Anthoni Salim Serap Saham Baru BINA
Seluruh saham baru yang diterbitkan melalui private placement tahap II direncanakan akan diambil bagian oleh dua perusahaan yang terafiliasi dengan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) Bank Ina, Anthoni Salim.
Kedua perusahaan tersebut adalah PT Bakti Nusa Bangsa dan PT Bakti Nusa Jayasentosa.
Masing-masing entitas akan mengambil sebanyak 175 juta saham baru, sehingga keseluruhan rencana penerbitan 350 juta saham akan diserap oleh kedua pihak tersebut.
Dengan demikian, pelaksanaan private placement ini berpotensi mengubah komposisi kepemilikan saham BINA, khususnya dengan bertambahnya kepemilikan pihak-pihak yang terafiliasi dengan pemilik manfaat akhir perseroan.
Rencana PMTHMETD II masih memerlukan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Independen yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Desember 2026.
Bank Ina Sebelumnya Gelar Private Placement Rp50 Miliar
Rencana penerbitan saham baru tersebut menyusul aksi private placement yang telah dilaksanakan Bank Ina pada 3 November 2026.
Dalam aksi korporasi sebelumnya, BINA menerbitkan saham baru senilai Rp50 miliar yang seluruhnya diambil bagian oleh PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi.
Penerbitan saham tersebut juga ditujukan untuk mendukung pemenuhan ketentuan modal inti minimum perbankan.
Melalui rencana private placement tahap II, Bank Ina kembali berupaya memperkuat basis permodalan guna menunjang kegiatan operasional, terutama ekspansi penyaluran kredit.
Namun, realisasi aksi korporasi ini masih bergantung pada persetujuan RUPS Independen serta pemenuhan ketentuan yang berlaku. Harga pelaksanaan dan nilai final penambahan modal juga masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari perseroan.


