Saham

Alamtri Minerals (ADMR) Mulai Jual Aluminium dari Smelter KAI, Kapasitas 500 Ribu Ton

Ringkasan Cepat

PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mulai merealisasikan penjualan aluminium dari smelter PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) pada kuartal III-2026. Fasilitas berkapasitas 500.000 ton per tahun tersebut masih menjalani proses peningkatan kapasitas produksi setelah memasuki tahap commissioning pada akhir 2025. Perseroan menyatakan belum terdapat kendala utama yang memengaruhi jadwal penyelesaian proyek.

• 2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi fasilitas smelter aluminium PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) milik Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) di Kalimantan Utara dengan kapasitas produksi 500.000 ton per tahun.

Ilustrasi fasilitas smelter aluminium PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) milik Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) di Kalimantan Utara dengan kapasitas produksi 500.000 ton per tahun. (Foto:ADMR)

Emintehub.com - PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mulai mencatatkan penjualan aluminium dari proyek smelter yang dikembangkan melalui anak usahanya, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI). Penjualan tersebut mulai terealisasi pada kuartal III-2026, seiring proses peningkatan kapasitas produksi fasilitas yang berlokasi di Kalimantan Utara.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/11/2026), perseroan mengungkapkan bahwa KAI telah menjual sebagian aluminium yang dihasilkan selama tahap peningkatan kapasitas produksi (ramp-up).

Smelter aluminium KAI memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 500.000 ton per tahun. Proyek tersebut telah memasuki tahap uji coba operasional (commissioning) sejak akhir 2025.

Meski telah merealisasikan penjualan, fasilitas tersebut masih menjalani pengujian konsistensi produksi untuk mencapai tingkat operasional yang optimal.

Manajemen ADMR menyampaikan bahwa pengembangan smelter sejauh ini berjalan tanpa hambatan utama yang berpotensi mengganggu jadwal penyelesaian proyek.

"Tidak terdapat kendala atau risiko utama yang memengaruhi jadwal penyelesaian proyek. Perseroan akan terus memantau faktor-faktor yang dapat memengaruhi kelangsungan operasional smelter aluminium," ujar manajemen ADMR.

Di luar pengembangan smelter, perseroan juga mencermati sejumlah faktor risiko yang berpotensi memengaruhi kinerja operasional dan keuangan bisnis pertambangan sepanjang 2026.

Risiko tersebut mencakup fluktuasi harga batu bara metalurgi, perubahan permintaan dari industri baja dan kokas, dinamika geopolitik, serta penyesuaian kebijakan pemerintah.

Selain faktor pasar dan regulasi, cuaca ekstrem yang berlangsung berkepanjangan berpotensi menghambat aktivitas pengangkutan, baik untuk pengiriman bahan maupun distribusi produk.

Sementara itu, proyek smelter aluminium KAI berada di kawasan industri Kalimantan Utara yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Status tersebut memungkinkan KAI memperoleh sejumlah dukungan dan fasilitas, terutama terkait proses perizinan serta pembebasan bea masuk atas impor mesin dan barang modal.

Dengan dimulainya penjualan aluminium pada kuartal III-2026, KAI telah memasuki tahap realisasi penjualan produk meskipun fasilitas smelter masih dalam proses peningkatan kapasitas menuju tingkat operasional optimal.

Iklan