Saham

BEI Bidik Transaksi Harian Rp21 Triliun dan 25 IPO pada 2027, Capex Naik 162%

Ringkasan Cepat

Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan target rata-rata nilai transaksi saham Rp21 triliun per hari dan 25 IPO baru pada 2027. RKAT 2027 juga membidik pencatatan 905 efek serta rata-rata 1,3 juta investor aktif bulanan. BEI memproyeksikan pendapatan Rp2,59 triliun dan laba bersih Rp563,9 miliar, dengan capex Rp670,62 miliar untuk pengembangan infrastruktur. Rencana ini menjadi bagian dari Master Plan BEI 2026–2030.

• 3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait target transaksi saham harian Rp21 triliun, 25 IPO baru, dan belanja investasi Rp670,62 miliar pada 2027.

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait target transaksi saham harian Rp21 triliun, 25 IPO baru, dan belanja investasi Rp670,62 miliar pada 2027. (Foto:IHSG)

Emitenhub.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham mencapai Rp21 triliun pada 2027, meningkat 16,7 persen dibandingkan target dalam revisi Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 sebesar Rp18 triliun. Bursa juga membidik 25 perusahaan baru melantai melalui penawaran umum perdana saham (IPO) sepanjang tahun depan.

Target tersebut tercantum dalam RKAT 2027 yang disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (28/10/2026).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa RKAT 2027 mencakup 51 program kerja dengan total anggaran sebesar Rp596,4 miliar.

"Rencana kerja tahun 2027 kami susun dengan 51 rencana kerja dengan total anggaran sebesar Rp596,4 miliar," ujar Jeffrey.

Selain target transaksi saham, BEI menetapkan sasaran pencatatan 905 efek baru pada 2027, meningkat 13,1 persen dari target revisi 2026 sebanyak 800 efek.

Jumlah tersebut terdiri atas 25 pencatatan saham baru, 175 emisi efek bersifat utang dan sukuk (EBUS), serta 705 efek lainnya, termasuk waran dan produk investasi kolektif.

BEI juga menargetkan rata-rata investor aktif bulanan mencapai 1,3 juta investor, tumbuh 44,4 persen dibandingkan target RKAT 2026 Revisi sebanyak 900.000 investor.

Sebagai perbandingan, realisasi RNTH hingga 23 Oktober 2026 tercatat sebesar Rp20,5 triliun. Sementara itu, jumlah pencatatan efek baru telah mencapai 876 efek, termasuk tujuh pencatatan saham.

Pada periode yang sama, jumlah investor aktif bulanan tercatat sebanyak 1.388.494 investor, melampaui target yang ditetapkan dalam RKAT 2027.

BEI Proyeksikan Laba Bersih Rp563,9 Miliar pada 2027

Berdasarkan asumsi tersebut, BEI memproyeksikan pendapatan sebesar Rp2,59 triliun pada 2027, meningkat 14,6 persen dibandingkan target RKAT 2026 Revisi.

Laba bersih diperkirakan mencapai Rp563,9 miliar, tumbuh 22,76 persen dari target tahun sebelumnya. Sementara itu, laba sebelum pajak diproyeksikan meningkat 21,93 persen menjadi Rp703,59 miliar.

Dari sisi neraca, total aset BEI diperkirakan mencapai Rp9,12 triliun, naik 15,99 persen. Ekuitas diproyeksikan meningkat 10,36 persen menjadi Rp7,66 triliun.

Adapun kas dan setara kas diperkirakan mencapai Rp4,33 triliun, tumbuh 6,32 persen dibandingkan proyeksi sebelumnya.

BEI juga menargetkan saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya sebesar Rp2,25 triliun, meningkat 4,64 persen.

Jumlah tersebut mencakup cadangan wajib sebesar Rp154,5 miliar serta cadangan operasional dan pengembangan sekitar Rp2,1 triliun.

Di luar anggaran program kerja, BEI menyiapkan belanja investasi atau capital expenditure (capex) sebesar Rp670,62 miliar pada 2027. Nilai tersebut meningkat 161,82 persen dibandingkan anggaran tahun sebelumnya.

Belanja investasi diarahkan untuk pengembangan sistem perdagangan dan pengawasan, sistem bisnis, serta aset perkantoran.

Dari keseluruhan anggaran program kerja RKAT 2027, sebesar Rp380,7 miliar dialokasikan untuk penguatan dan optimalisasi aset teknologi informasi.

BEI Bidik Kapitalisasi Pasar Rp30.000 Triliun pada 2030

RKAT 2027 menjadi bagian dari pelaksanaan Master Plan BEI 2026–2030 yang mengusung agenda fundamental reinvention.

Melalui rencana jangka panjang tersebut, BEI memiliki aspirasi menjadi salah satu dari 10 bursa terbesar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar dan aktivitas transaksi.

Untuk mencapai sasaran itu, BEI menargetkan kapitalisasi pasar sebesar Rp30.000 triliun pada 2030, disertai peningkatan rata-rata nilai transaksi harian menjadi Rp31 triliun.

Bursa juga menetapkan target 1.100 perusahaan tercatat serta 35 juta investor pasar modal pada akhir periode tersebut.

Penguatan infrastruktur perdagangan, peningkatan jumlah perusahaan tercatat, dan perluasan basis investor menjadi bagian dari agenda yang disiapkan BEI untuk mendukung pencapaian target jangka panjang tersebut.

Iklan