Emitenhub.com - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp479,5 miliar sepanjang Januari hingga September 2026. Perolehan tersebut meningkat 14,2 persen dibandingkan Rp419,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, didukung pertumbuhan penjualan di seluruh segmen bisnis otomotif.
Berdasarkan keterangan resmi perseroan pada Rabu (28/10/2026), penjualan bersih DRMA mencapai Rp5,1 triliun, tumbuh 16 persen dari Rp4,4 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso mengatakan peningkatan permintaan komponen otomotif sejak semester I/2026 menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan pendapatan perseroan.
"Hal yang lebih menggembirakan adalah bahwa peningkatan penjualan dua digit tersebut terjadi pada setiap segmen bisnis DRMA," ujar Irianto.
Segmen kendaraan roda dua masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai Rp3 triliun, meningkat 10,4 persen secara tahunan. Kontribusi bisnis tersebut mencapai sekitar 59 persen dari keseluruhan penjualan perseroan.
Sementara itu, segmen kendaraan roda empat mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 31,3 persen menjadi Rp1,3 triliun sepanjang Januari hingga September 2026.
Pendapatan dari segmen lainnya turut meningkat 16,3 persen menjadi Rp791,7 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
DRMA Perluas Bisnis Komponen Kendaraan Listrik
Selain mengandalkan bisnis komponen kendaraan konvensional, emiten yang tergabung dalam Triputra Group tersebut terus mengembangkan portofolio produk untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Pengembangan dilakukan melalui kerja sama dengan Minth Group, mencakup komponen kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau battery energy storage system (BESS), serta teknologi pengisian daya cepat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan bisnis DRMA di tengah meningkatnya kebutuhan komponen dan teknologi pendukung elektrifikasi kendaraan.
Dengan pertumbuhan penjualan dua digit hingga September 2026, manajemen optimistis dapat mempertahankan momentum peningkatan pendapatan sepanjang tahun ini.
Optimisme tersebut didukung perkembangan permintaan industri otomotif serta kontribusi dari seluruh segmen usaha perseroan.


