Saham

CDIA Operasikan Kapal MPSV DP Class III Pertama di Indonesia, Perluas Bisnis Offshore

Ringkasan Cepat

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melalui anak usahanya, Chandra Shipping International (CSI), mengoperasikan Elara Dalimbar 1, MPSV berbendera Indonesia pertama dengan teknologi Dynamic Positioning (DP) Class III. Kapal yang dioperasikan ELPI Trans Cargo ini dilengkapi ROV dan dua crane berkapasitas 150 ton serta 40 ton untuk mendukung pekerjaan offshore, termasuk kegiatan bawah laut dan FPSO. Pengoperasiannya memperluas portofolio layanan maritim CSI yang didukung 15 kapal.

• 2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kapal Elara Dalimbar 1 milik jaringan usaha CDIA, MPSV berbendera Indonesia pertama berteknologi Dynamic Positioning Class III untuk mendukung layanan offshore.

Kapal Elara Dalimbar 1 milik jaringan usaha CDIA, MPSV berbendera Indonesia pertama berteknologi Dynamic Positioning Class III untuk mendukung layanan offshore. (Foto:CDIA)

Emitenhub.com - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) memperluas bisnis jasa maritim lepas pantai melalui pengoperasian kapal Multi-Purpose Support Vessel (MPSV) Elara Dalimbar 1. Kapal yang dikelola melalui anak usahanya, PT Chandra Shipping International (CSI), tersebut menjadi MPSV berbendera Indonesia pertama yang dilengkapi teknologi Dynamic Positioning (DP) Class III.

Pengoperasian Elara Dalimbar 1 dilakukan oleh PT ELPI Trans Cargo (ETC), anak usaha CSI. Kehadiran kapal tersebut menambah kemampuan operasional perseroan dalam melayani kebutuhan industri energi serta proyek infrastruktur maritim yang memerlukan dukungan teknis khusus.

Teknologi DP Class III memungkinkan kapal mempertahankan posisi dan arah secara presisi tanpa menggunakan sistem penjangkaran konvensional. Kemampuan tersebut dibutuhkan dalam pekerjaan lepas pantai, terutama kegiatan bawah laut yang memerlukan stabilitas posisi dan standar keselamatan tinggi.

Elara Dalimbar 1 dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari pekerjaan bawah laut (subsea support), operasional Floating Production Storage and Offloading (FPSO), hingga tanggap darurat dan pengangkatan peralatan di laut.

Untuk menunjang kegiatan tersebut, kapal dilengkapi Remotely Operated Vehicle (ROV), fasilitas pendukung penyelaman, serta dua unit crane dengan kapasitas masing-masing 150 ton dan 40 ton.

Peralatan tersebut memungkinkan CSI menangani pekerjaan lepas pantai dengan kebutuhan operasional yang lebih kompleks, termasuk aktivitas yang memerlukan dukungan pengangkatan dan inspeksi bawah laut.

CDIA Perluas Portofolio Jasa Maritim Offshore

Presiden Direktur Chandra Shipping International Lingga Widastri mengatakan pengoperasian Elara Dalimbar 1 menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas cakupan layanan dan meningkatkan daya saing di industri maritim.

"Pengoperasian Elara Dalimbar 1 memperkuat kapasitas kami dalam melayani pekerjaan offshore dengan kebutuhan teknis yang lebih kompleks," ujar Lingga dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, penambahan kemampuan operasional tersebut juga membuka peluang bagi CSI untuk berpartisipasi dalam proyek yang berkaitan dengan industri energi dan pembangunan infrastruktur maritim di Indonesia.

Pengembangan armada diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas layanan, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia jasa maritim berbendera Indonesia.

Saat ini, portofolio bisnis maritim CSI didukung oleh 15 kapal yang melayani berbagai kebutuhan operasional.

Dengan pengoperasian Elara Dalimbar 1, CSI memperluas cakupan bisnis ke layanan offshore support, melengkapi kegiatan logistik maritim yang telah dijalankan sebelumnya.

Langkah tersebut memberikan peluang bagi anak usaha CDIA untuk menjangkau proyek lepas pantai dengan kebutuhan layanan yang lebih beragam, khususnya pada sektor energi dan infrastruktur maritim.

Iklan