Emitenhub.com - PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mencatat lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 864,1 persen menjadi Rp8,24 miliar sepanjang Januari hingga September 2026. Kenaikan tersebut terjadi seiring pertumbuhan pendapatan perseroan yang mencapai lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026, pendapatan neto DADA mencapai Rp28,96 miliar, meningkat sekitar 220 persen dari Rp9,05 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp16,15 miliar, dibandingkan Rp2,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelah memperhitungkan beban pokok, laba bruto perseroan meningkat 102,2 persen menjadi Rp12,81 miliar dari sebelumnya Rp6,34 miliar.
Dari sisi operasional, beban penjualan dan pemasaran bertambah menjadi Rp1,12 miliar dari Rp878,18 juta.
Sebaliknya, DADA berhasil menekan beban umum dan administrasi menjadi Rp2,90 miliar, dibandingkan Rp3,79 miliar pada periode Januari hingga September 2025.
Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp16,84 miliar, melonjak 907,4 persen dibandingkan Rp1,67 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan meningkat sekitar 602 persen menjadi Rp8,97 miliar dari sebelumnya Rp1,28 miliar.
Secara keseluruhan, laba bersih tahun berjalan DADA mencapai Rp8,24 miliar, meningkat dari Rp1,05 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik dari Rp855 juta menjadi Rp8,24 miliar. Peningkatan tersebut turut mendorong laba per saham dasar menjadi Rp1,109 dari sebelumnya Rp0,119.
Liabilitas DADA Turun, Arus Kas Operasi Meningkat
Selain pertumbuhan laba, posisi keuangan DADA menunjukkan penurunan liabilitas sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp272,72 miliar per 30 September 2026, turun sekitar 3,77 persen dibandingkan Rp283,74 miliar pada akhir Desember 2025.
Sementara itu, total ekuitas meningkat 2,32 persen menjadi Rp363,95 miliar dari sebelumnya Rp355,70 miliar.
Di sisi lain, total aset perseroan sedikit menurun sebesar 0,44 persen menjadi Rp636,66 miliar, dibandingkan Rp639,44 miliar pada akhir 2025.
Dari sisi arus kas, DADA mencatatkan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp12,14 miliar sepanjang Januari hingga September 2026.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Rp895,51 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga membukukan arus kas bersih positif dari aktivitas investasi sebesar Rp13,45 miliar.
Sementara itu, arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat negatif Rp5,62 miliar, terutama berkaitan dengan pembayaran utang bank.
Dengan demikian, pertumbuhan kinerja DADA hingga September 2026 tidak hanya tercermin dari kenaikan pendapatan dan laba bersih, tetapi juga peningkatan arus kas operasional serta penurunan jumlah liabilitas perseroan.


