Emitenhub.com - PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) mencatat pertumbuhan laba bersih hampir lima kali lipat sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Kenaikan penjualan dan perbaikan kinerja operasional mendorong laba bersih perseroan mencapai Rp10,63 miliar, dibandingkan Rp2,14 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit per 30 September 2026, penjualan bersih UVCR meningkat 37,93 persen menjadi Rp917,99 miliar dari sebelumnya Rp665,51 miliar pada Januari hingga September 2025.
Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan beban pokok penjualan sebesar 37,11 persen, dari Rp637,06 miliar menjadi Rp873,48 miliar.
Meski beban pokok meningkat, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan laba kotor sebesar 56,46 persen menjadi Rp44,50 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba kotor tercatat Rp28,44 miliar.
Kinerja Operasional UVCR Berbalik Untung
Perbaikan kinerja juga terlihat pada tingkat operasional. UVCR mencatat laba usaha sebesar Rp10,36 miliar hingga September 2026, berbalik dari rugi usaha Rp275,91 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Pencapaian tersebut terjadi ketika total beban usaha meningkat menjadi Rp34,14 miliar dari Rp28,72 miliar. Beban umum dan administrasi tercatat Rp28,67 miliar, sedangkan beban penjualan mencapai Rp5,48 miliar.
Dari aktivitas di luar usaha utama, perseroan membukukan penghasilan lain-lain neto sebesar Rp3,08 miliar, sedikit menurun dibandingkan Rp3,28 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Pada periode tersebut, pendapatan keuangan meningkat dari Rp3,71 juta menjadi Rp5,75 juta. Sementara itu, beban keuangan berkurang dari Rp5,57 miliar menjadi Rp4,34 miliar.
Dengan perkembangan tersebut, laba sebelum pajak UVCR melonjak sekitar 346 persen menjadi Rp13,44 miliar, dibandingkan Rp3,01 miliar pada periode Januari hingga September 2025.
Beban pajak penghasilan neto juga meningkat menjadi Rp2,81 miliar dari sebelumnya Rp864,05 juta.
Setelah memperhitungkan beban pajak, laba bersih perseroan mencapai Rp10,63 miliar atau meningkat sekitar 396 persen dibandingkan Rp2,14 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Jumlah penghasilan komprehensif UVCR turut mencapai Rp10,63 miliar, meningkat dari Rp2,14 miliar. Perseroan tidak mencatatkan penghasilan maupun kerugian komprehensif lainnya pada kedua periode tersebut.
Sejalan dengan peningkatan laba, laba per saham dasar atau earnings per share (EPS) naik dari Rp1,07 menjadi Rp5,31 per saham.
Laba per saham dilusian juga meningkat menjadi Rp5,31 dari Rp1,07 per saham pada periode sembilan bulan pertama 2025.

