International

PMI Manufaktur Thailand dan Malaysia Melonjak Oktober 2026, Sinyal Positif bagi ASEAN

Ringkasan Cepat

Aktivitas manufaktur Thailand dan Malaysia menguat pada Oktober 2026 seiring meningkatnya permintaan pasar. PMI Thailand naik menjadi 54,8, level tertinggi sejak Desember 2025, sementara PMI Malaysia mencapai 51 dan kembali memasuki zona ekspansi setelah mengalami kontraksi pada September.

• 2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Aktivitas industri manufaktur Thailand dan Malaysia menguat pada Oktober 2026 berdasarkan data PMI Manufaktur S&P Global.

Aktivitas industri manufaktur Thailand dan Malaysia menguat pada Oktober 2026 berdasarkan data PMI Manufaktur S&P Global.

Emitenhub.com - Aktivitas manufaktur di Asia Tenggara menguat pada Oktober 2026, ditandai dengan peningkatan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Thailand dan Malaysia. Kenaikan permintaan menjadi pendorong utama ekspansi industri di kedua negara tersebut.

Berdasarkan data S&P Global yang dipublikasikan Trading Economics pada Senin (2/11/2026), PMI Manufaktur Thailand mencapai 54,8 pada Oktober, meningkat dari 54,3 pada September. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak Desember 2025.

Pertumbuhan pesanan baru menjadi salah satu faktor penguatan industri Thailand. Laju peningkatannya termasuk yang tercepat sepanjang pencatatan, didukung perluasan basis pelanggan dan efektivitas program promosi.

Produsen juga meningkatkan pembelian bahan baku untuk memenuhi kebutuhan produksi sekaligus menambah persediaan. Aktivitas pembelian tersebut mencapai level tertinggi sejak Agustus 2024.

Meski permintaan menguat, sektor manufaktur Thailand masih menghadapi tekanan kapasitas tenaga kerja. Meningkatnya pengunduran diri karyawan menyebabkan penumpukan pekerjaan yang belum terselesaikan dengan laju tercepat dalam hampir satu tahun.

Dari sisi biaya, harga bahan baku yang lebih tinggi mendorong kenaikan tipis harga input. Namun, produsen mempertahankan harga jual untuk menjaga volume penjualan.

Optimisme pelaku industri Thailand tetap positif terhadap pertumbuhan produksi dalam 12 bulan mendatang.

Manufaktur Malaysia Kembali ke Zona Ekspansi

Pemulihan juga terlihat pada sektor manufaktur Malaysia setelah aktivitas industri sempat mengalami kontraksi pada September 2026.

PMI Manufaktur S&P Global Malaysia meningkat menjadi 51 pada Oktober dari 49,9 pada bulan sebelumnya. Capaian tersebut menandai pertumbuhan aktivitas pabrik terkuat sejak April 2026.

Kenaikan indeks didukung oleh pulihnya volume produksi dan bertambahnya pesanan baru. Permintaan ekspor dari pasar luar negeri turut menjadi faktor pendorong ekspansi manufaktur Malaysia.

Dengan indeks PMI kedua negara berada di atas ambang batas 50, aktivitas manufaktur Thailand dan Malaysia sama-sama menunjukkan ekspansi pada Oktober 2026.

Penguatan industri di kedua negara tersebut menjadi perkembangan penting bagi perdagangan kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Peningkatan aktivitas produksi dapat membuka ruang bagi keterlibatan pemasok bahan baku dan barang antara dalam rantai pasok regional.

Meski demikian, peningkatan ekspor Indonesia ke kedua pasar tersebut tetap bergantung pada kebutuhan industri dan permintaan aktual dari masing-masing negara.

Iklan