Saham

Jayamas Medica (OMED) Naikkan Target Pendapatan 2026 Jadi Rp2,5 Triliun, Laba Tumbuh 31,6%

Ringkasan Cepat

PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) menaikkan target pendapatan 2026 menjadi sekitar Rp2,5 triliun setelah membukukan pertumbuhan penjualan 26,1 persen menjadi Rp1,853 triliun hingga September 2026. Laba periode berjalan meningkat 31,6 persen menjadi Rp336 miliar, didukung kenaikan volume penjualan, efisiensi produksi, serta penguatan segmen ritel dan ekspor.

• 3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kinerja keuangan PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) hingga September 2026 dengan penjualan Rp1,853 triliun, laba Rp336 miliar, dan target pendapatan 2026 sebesar Rp2,5 triliun.

Kinerja keuangan PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) hingga September 2026 dengan penjualan Rp1,853 triliun, laba Rp336 miliar, dan target pendapatan 2026 sebesar Rp2,5 triliun.

Emitenhub.com - PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) menaikkan target pendapatan sepanjang 2026 menjadi sekitar Rp2,5 triliun setelah mencatat pertumbuhan penjualan dan laba yang solid hingga September 2026. Kenaikan target tersebut didukung peningkatan volume penjualan serta perbaikan efisiensi produksi yang turut memperkuat margin profitabilitas perseroan.

Target terbaru itu mencerminkan proyeksi pertumbuhan pendapatan sekitar 21 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan panduan sebelumnya sebesar Rp2,3 triliun.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, penjualan bersih OMED mencapai Rp1,853 triliun, meningkat 26,1 persen atau Rp383,8 miliar dari Rp1,470 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan tersebut sejalan dengan kenaikan volume penjualan sebesar 28,6 persen, dari 2,02 miliar unit menjadi 2,60 miliar unit.

Kinerja operasional yang membaik turut mendorong EBITDA perseroan naik 34 persen menjadi Rp426 miliar, dibandingkan Rp318 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Sementara itu, laba periode berjalan meningkat 31,6 persen menjadi Rp336 miliar dari sebelumnya Rp256 miliar. Laba per saham dasar (earnings per share/EPS) juga bertambah sekitar 30,7 persen menjadi Rp12,29 dari Rp9,40 per saham.

Efisiensi Produksi Dorong Kenaikan Margin

Selain mencatat pertumbuhan pendapatan, OMED membukukan peningkatan pada seluruh indikator margin profitabilitas.

Margin laba kotor naik menjadi 35,5 persen dari 33,9 persen pada periode yang sama tahun lalu, atau meningkat 1,6 poin persentase. Kenaikan ini mencerminkan berlanjutnya efisiensi produksi seiring pertumbuhan volume penjualan.

Margin EBITDA turut menguat 1,4 poin persentase menjadi 23 persen dari sebelumnya 21,6 persen. Adapun margin laba bersih meningkat menjadi 18,2 persen dari 17,4 persen, atau bertambah 0,8 poin persentase.

Berdasarkan kategori produk, Barang Medis Habis Pakai (Disposables & Consumables) tetap menjadi kontributor penjualan terbesar dengan pendapatan Rp965,9 miliar, tumbuh 33,6 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tertinggi secara persentase berasal dari kategori Bioteknologi dan Laboratorium yang melonjak 51,2 persen menjadi Rp114,9 miliar.

Kategori Alat Bantu Jalan dan Rehabilitasi (Walking Aids & Rehab) mencatat kenaikan penjualan 31,7 persen menjadi Rp95,1 miliar. Sementara itu, pendapatan produk Perawatan Luka (Wound Care) meningkat 26,6 persen menjadi Rp302,6 miliar.

Ekspor Melonjak, Modal Kerja Semakin Efisien

Di luar penjualan produk, pertumbuhan OMED juga ditopang penguatan kanal ritel dan ekspor.

Pendapatan segmen ritel meningkat 32 persen menjadi Rp218 miliar dari Rp165 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan kontribusi kanal ritel yang semakin besar terhadap pendapatan perseroan.

Penjualan ekspor bahkan melonjak 328 persen secara tahunan, dengan Amerika Serikat sebagai pasar tujuan utama. Perseroan juga mulai mencatat penjualan perdana ke Filipina.

Dari sisi neraca, OMED memiliki total aset Rp3,498 triliun per 30 September 2026. Jumlah tersebut terdiri dari liabilitas Rp514 miliar dan ekuitas Rp2,984 triliun.

Struktur permodalan perseroan tercermin dari rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio/DER) sebesar 0,17 kali. Rasio utang berbunga terhadap ekuitas tercatat 0,01 kali, sedangkan rasio lancar mencapai 9,5 kali.

Efisiensi pengelolaan modal kerja juga menunjukkan perbaikan. Siklus konversi kas (cash conversion cycle) turun menjadi 179 hari dari 207 hari pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perubahan tersebut didukung penurunan periode penagihan piutang menjadi 47 hari dari 53 hari serta perputaran persediaan menjadi 166 hari dari 181 hari. Di sisi lain, periode pembayaran utang usaha meningkat menjadi 33 hari dari sebelumnya 27 hari.

Sejalan dengan peningkatan profitabilitas, imbal hasil atas aset (return on assets/ROA) naik menjadi 9,6 persen dari 8,4 persen. Imbal hasil atas ekuitas (return on equity/ROE) juga meningkat menjadi 11,3 persen dari 9,7 persen.

Meski menaikkan target pendapatan menjadi sekitar Rp2,5 triliun, OMED mempertahankan panduan margin laba kotor pada kisaran awal 30 persen.

Iklan