Emitenhub.com - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 31 persen menjadi Rp2,4 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Capaian tersebut meningkat dari Rp1,84 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, didukung kenaikan pendapatan dan perbaikan marjin laba kotor.
Berdasarkan laporan keuangan hingga kuartal III-2026, pendapatan perseroan naik 3,61 persen menjadi Rp28,13 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, MYOR membukukan pendapatan Rp27,15 triliun.
Pasar domestik tetap menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan Mayora. Penjualan dalam negeri meningkat sekitar 6 persen dari Rp16,06 triliun menjadi Rp17,04 triliun. Adapun penjualan ekspor cenderung stabil di level Rp11,109 triliun.
Kinerja laba perseroan turut ditopang oleh perbaikan marjin laba kotor (gross margin). Peningkatan tersebut terjadi seiring penurunan harga sejumlah bahan baku utama.
Kenaikan profitabilitas juga tercermin pada laba per saham dasar MYOR yang mencapai Rp109 per saham, dibandingkan Rp83 per saham pada periode sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset Mayora tercatat sebesar Rp29,18 triliun per 30 September 2026. Perseroan memiliki liabilitas sebesar Rp10 triliun dan ekuitas mencapai Rp19,16 triliun.


