Emitenhub.com - PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemegang lisensi restoran KFC di Indonesia, mencatatkan perbaikan kinerja pada semester I 2026. Emiten putri H Isam ini membukukan rugi bersih yang terpangkas 59,11% secara tahunan menjadi Rp56,74 miliar.
Perbaikan itu ditopang perolehan pendapatan Rp2,79 triliun, naik 16,09% secara tahunan dibandingkan paruh pertama 2025 yang tercatat Rp2,40 triliun.
Efisiensi turut terlihat dari beban umum dan administrasi yang berhasil ditekan 19,60% secara tahunan menjadi Rp281,25 miliar. Alhasil, rugi usaha FAST susut drastis 77,36% secara tahunan menjadi Rp32,42 miliar, dari posisi sebelumnya yang membengkak Rp143,18 miliar.
Dari sana, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk terpangkas 59,11% secara tahunan menjadi Rp56,74 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp138,75 miliar.
Dari sisi arus kas, FAST membukukan arus kas operasional Rp215,99 miliar, melesat 160,92%. Peningkatan penerimaan kas dari pelanggan yang mencapai Rp2,82 triliun menjadi kontributor utama lonjakan itu. Pada penghujung periode, posisi kas dan setara kas tercatat Rp147,03 miliar atau menguat 21,75%.
Dari sisi neraca, total aset FAST turut meningkat menjadi Rp5,16 triliun dari Rp4,94 triliun per akhir 2025. Liabilitas naik menjadi Rp4,75 triliun dari Rp4,51 triliun, sedangkan ekuitas menyusut menjadi Rp408,94 miliar dari Rp435,85 miliar. Pada perdagangan Jumat (14/8), saham FAST ditutup menguat 6,70% atau 30 poin ke level Rp478.


