Emitenhub.com - PT Pan Brothers Tbk (PBRX) berbalik mencatat rugi bersih sebesar US$4,98 juta sepanjang Januari hingga September 2026, dibandingkan laba US$93,96 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pembalikan kinerja tersebut terjadi meskipun pendapatan perseroan meningkat dan kegiatan operasional mulai menunjukkan perbaikan.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026 yang dikutip Minggu (1/11/2026), pendapatan PBRX tumbuh 11,71 persen menjadi US$225,98 juta dari US$202,30 juta pada sembilan bulan pertama 2025.
Sementara itu, beban pokok penjualan tercatat sebesar US$205,51 juta. Setelah memperhitungkan beban penjualan serta beban umum dan administrasi, emiten tekstil dan garmen tersebut membukukan laba usaha US$2,98 juta.
Capaian tersebut membaik dibandingkan periode Januari hingga September 2025, ketika PBRX masih mencatat rugi usaha sebesar US$88,03 ribu.
Namun, perbaikan kinerja operasional belum cukup untuk membawa perseroan kembali mencetak laba bersih.
Beban Keuangan dan Hilangnya Keuntungan Modifikasi Utang
Salah satu tekanan terhadap kinerja PBRX berasal dari beban keuangan yang mencapai US$8,01 juta, mencakup beban bunga dan amortisasi biaya transaksi.
Akibatnya, perseroan membukukan rugi tahun berjalan sebesar US$5,57 juta. Dari jumlah tersebut, rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$4,98 juta.
Selain beban keuangan, perbandingan laba tahunan PBRX turut dipengaruhi oleh keuntungan nonoperasional yang sebelumnya tercatat pada 2025.
Pada sembilan bulan pertama tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan lainnya sebesar US$102,74 juta. Dari jumlah tersebut, sebesar US$101,56 juta berasal dari keuntungan modifikasi utang.
Keuntungan tersebut memberikan kontribusi besar terhadap laba bersih PBRX pada 2025, tetapi tidak kembali tercatat dalam jumlah serupa pada periode Januari hingga September 2026.
Dengan demikian, pembalikan laba menjadi rugi pada tahun ini tidak semata-mata mencerminkan penurunan kegiatan usaha utama.
Pendapatan PBRX justru meningkat, sementara laba usaha berbalik positif setelah sebelumnya mencatat kerugian.
Namun, tanpa kontribusi keuntungan modifikasi utang seperti tahun lalu, perbaikan operasional tersebut belum mampu menutup tekanan beban keuangan dan membawa perseroan mencatat laba bersih pada sembilan bulan pertama 2026.


