Bayan Resources

Area tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di tengah perubahan struktur kepemilikan saham
Saham

12 jam yang lalu

Haji Isam Masuk Bayan Resources (BYAN), Low Tuck Kwong Lepas Saham Rp26 Triliun

Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masuk sebagai pemegang saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan menguasai 10,08 miliar saham atau 30,25 persen, lewat transaksi negosiasi senilai sekitar Rp26,10 triliun. Kepemilikan taipan Low Tuck Kwong menyusut dari 40,15 persen menjadi 9,95 persen. Harga pelaksanaan dipatok Rp2.588 per saham atau diskon sekitar 79,9 persen dari harga pasar, dengan analis menyoroti arah strategis pemegang saham baru dan potensi kewajiban tender of

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca
Area tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di tengah perubahan struktur kepemilikan saham
Saham

2 minggu yang lalu

ESDM Setujui RKAB 3 Anak Usaha Bayan (BYAN), Tambah Kuota hingga 20 Juta Ton

Kementerian ESDM menyetujui perubahan RKAB 2026 untuk tiga anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN), yakni Tiwa Abadi, Tanur Jaya, dan Fajar Sakti Prima, dengan tambahan kuota produksi batu bara total sekitar 15-20 juta ton. Dirjen Minerba Tri Winarno menegaskan persetujuan ini murni karena persyaratan yang sebelumnya belum lengkap kini terpenuhi, dan tidak berkaitan dengan peralihan saham BYAN ke PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam yang berpotensi menguasai sekitar 30% saham perseroan.

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →
Ilustrasi Moody's menurunkan prospek Bayan Resources menjadi negatif akibat ketidakpastian revisi RKAB dan kondisi force majeure
Saham

2 minggu yang lalu

Moody's Pangkas Outlook BYAN Jadi Negatif, Force Majeure Ancam Pangkas EBITDA

Moody's Ratings menurunkan prospek PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi negatif dari stabil, meski peringkat tetap di Ba1, dengan pemicunya kondisi force majeure akibat revisi RKAB 2026 yang belum disetujui, bukan masuknya Haji Isam. Moody's memperkirakan BYAN berpotensi kehilangan EBITDA hingga US$300 juta jika revisi RKAB tak kunjung disetujui, sementara transaksi pengambilalihan 30% saham oleh Haji Isam lewat Jhonlin Baratama berjalan dan Kementerian ESDM menargetkan evaluasi revisi RKAB

TR

Tim Redaksi Emitenhub

EmitenHub

Baca →

Artikel Bayan Resources