Saham

PANI Tebar Private Placement Rp498 Miliar, Laba Melejit 10 Kali Lipat

PANI berencana menggelar private placement senilai Rp498 miliar dengan menerbitkan 72,48 juta saham baru. Di saat yang sama, emiten pengembang PIK2 ini mencatat lonjakan laba lebih dari 10 kali lipat pada kuartal I 2026 berkat kuatnya penjualan lahan komersial.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
PANI melakukan private placement Rp498 miliar di tengah lonjakan laba kuartal pertama 2026

PANI melakukan private placement Rp498 miliar di tengah lonjakan laba kuartal pertama 2026 (Foto:CBDK)

Emitenhub.com - Manajemen PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) berencana melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) IV atau private placement dengan menerbitkan maksimal 72,48 juta saham baru bernominal Rp100 per saham.

Berdasarkan prospektus yang disampaikan kepada BEI pada 12 Juni 2026, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan akan meningkat dari 18,12 miliar saham menjadi 18,19 miliar saham setelah aksi korporasi tersebut selesai dilaksanakan.

Harga pelaksanaan PMTHMETD IV ditetapkan sebesar Rp6.976 per saham. Dengan harga tersebut, Perseroan berpotensi memperoleh dana segar sekitar Rp498,27 miliar.

Seluruh saham baru akan diambil oleh PT Victoria Jaya Abadi dan Providentia Wealth Management Ltd. Manajemen menegaskan kedua investor tersebut bukan merupakan pihak terafiliasi Perseroan.

Pelaksanaan PMTHMETD IV dijadwalkan pada 23 Juni 2026, dilanjutkan dengan pencatatan saham hasil private placement di Bursa Efek Indonesia pada 24 Juni 2026. Adapun pemberitahuan hasil pelaksanaan PMTHMETD IV akan disampaikan kepada publik pada 25 Juni 2026.

Hingga kuartal I 2026, PANI membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun dengan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp578 miliar. Angka tersebut melonjak lebih dari 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut terutama ditopang oleh penjualan kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2 yang masih mencatat permintaan kuat dari investor strategis maupun pelaku usaha seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Di sisi lain, PIK2 juga terus memperkuat pengembangan ekosistem kawasan melalui berbagai proyek infrastruktur dan fasilitas pendukung. Salah satunya adalah Nusantara International Convention Exhibition (NICE) yang telah beroperasi sebagai salah satu pusat MICE terbesar di Indonesia.

Kehadiran NICE dinilai turut mendorong peningkatan kunjungan, aktivitas bisnis, serta eksposur kawasan PIK2 sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Iklan