IPO JELI Dibuka! Produsen INACO Bidik Dana Rp392 Miliar, Laba Melejit 22 Kali Lipat
PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen merek INACO, resmi membuka masa bookbuilding IPO. Perseroan menawarkan 350 juta saham baru dengan potensi dana hingga Rp392 miliar. Menariknya, laba bersih JELI melonjak lebih dari 22 kali lipat dalam dua tahun terakhir.
IPO JELI produsen INACO dengan target dana Rp392 miliar dan laba yang melonjak tajam (Foto:JELY)
Emitenhub.com - PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen produk makanan dan minuman dengan merek INACO, bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham (IPO) dengan kode emiten JELI.
Perseroan menawarkan sebanyak 350 juta saham baru atau setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Pada masa bookbuilding 15–22 Juni 2026, harga saham ditawarkan pada kisaran Rp900 hingga Rp1.120 per saham.
Dengan skema tersebut, JELI berpotensi meraup dana segar hingga Rp392 miliar. Adapun proses IPO ini didampingi oleh Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dengan skema full commitment.
Laba Melonjak, Pendapatan Justru Menurun
Berdasarkan prospektus, JELI membukukan laba bersih sebesar Rp39 miliar pada 2025. Angka tersebut melonjak sekitar 2.194% dibandingkan laba bersih tahun 2023 yang sebesar Rp1,7 miliar.
Di sisi lain, pendapatan Perseroan justru mengalami penurunan dari Rp839 miliar pada 2023 menjadi Rp753 miliar pada 2025.
Per Desember 2025, JELI mencatat total aset sebesar Rp552 miliar, liabilitas Rp407 miliar, dan ekuitas Rp146 miliar. Posisi ekuitas meningkat sekitar 36,4% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp107 miliar.
Mayoritas Dana IPO untuk Ekspansi Produksi dan Modal Kerja
Berdasarkan prospektus, mayoritas dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk memperkuat kapasitas produksi serta mendukung ekspansi usaha Perseroan.
Dari potensi dana maksimal Rp392 miliar, sekitar Rp200,1 miliar atau 51,04% akan disalurkan kepada anak usaha PT Niramas Pandaan Sejahtera untuk pembelian dan pemasangan mesin produksi gummy candy dan jelly.
Selain itu, Rp72 miliar atau 18,36% akan digunakan untuk pengadaan mesin baru, pembangunan gudang, serta penguatan fasilitas logistik di tingkat induk usaha.
Perseroan juga mengalokasikan Rp41,7 miliar atau 10,63% untuk melunasi sebagian pinjaman modal kerja jangka pendek kepada Bank Mandiri. Dengan langkah ini, saldo pinjaman diperkirakan turun dari Rp94 miliar menjadi sekitar Rp54 miliar.
Sementara itu, Rp78,3 miliar atau 19,97% akan digunakan sebagai modal kerja yang mencakup pembelian bahan baku, biaya operasional, serta aktivitas pemasaran.
Sebelum IPO, kepemilikan saham Perseroan terdiri dari PT Niramas Utama sebesar 99,80% dan Sadikun Wiratno sebesar 0,20%. Setelah IPO, kepemilikan PT Niramas Utama akan terdilusi menjadi 73,92%, Sadikun Wiratno menjadi 0,15%, sedangkan porsi publik (free float) mencapai 25,93%.
Jadwal IPO JELI dan Profil Singkat Emiten
Berdasarkan prospektus, berikut jadwal pelaksanaan IPO PT Niramas Utama Tbk (JELI):
Bookbuilding: 15–22 Juni 2026
Efektif OJK: 29 Juni 2026
Penawaran Umum: 1–3 Juli 2026
Penjatahan: 3 Juli 2026
Distribusi Elektronik: 6 Juli 2026
Pencatatan Saham di BEI: 7 Juli 2026
Sebagai informasi, JELI merupakan emiten sektor Consumer Non-Cyclicals yang bergerak pada subsektor Processed Foods. Perseroan dikenal melalui berbagai produk seperti Nata de Coco, mini jelly, pudding, gummy candy, I’m Coco, serta Jelly Drink.
Saat ini JELI memiliki fasilitas produksi yang berlokasi di Bekasi, Sukabumi, Pandaan, dan Pontianak. Jaringan distribusinya telah menjangkau 251 titik di Indonesia serta pasar ekspor di empat benua, termasuk Jepang, China, India, Thailand, Australia, Kanada, hingga Amerika Serikat.


