Saham

MBMA Buka Suara soal Kabar Melantai di Bursa Hong Kong, Ini Jawabannya

Ringkasan Cepat

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menegaskan belum menetapkan keputusan maupun rencana definitif terkait kabar pencatatan saham atau penjualan depositary receipts di Bursa Hong Kong. Klarifikasi ini menanggapi laporan Bloomberg yang menyebut MBMA tengah mempertimbangkan langkah tersebut, mengikuti jejak sejumlah emiten tambang Indonesia yang mencari pendanaan di Hong Kong di tengah likuiditas pasar domestik yang tipis dan IHSG yang anjlok 23% sepanjang tahun.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi Merdeka Battery Materials menanggapi kabar rencana pencatatan saham di Bursa Hong Kong lewat penjualan depositary receipts

Ilustrasi Merdeka Battery Materials menanggapi kabar rencana pencatatan saham di Bursa Hong Kong lewat penjualan depositary receipts (Foto:MBMA)

Emitenhub.com - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) angkat bicara ihwal kabar perseroan mengkaji peluang pencatatan saham di Bursa Hong Kong.

Lewat surat ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Sekretaris Perusahaan MBMA Teddy Nuryanto Oetomo menerangkan perseroan belum memutuskan terkait rencana penjualan depositary receipts di Hong Kong tersebut.

"Perseroan belum menetapkan keputusan maupun rencana definitif terkait pencatatan saham di Bursa Hong Kong," kata Teddy lewat keterbukaan informasi, Kamis (10/9/2026).

Teddy menerangkan perseroan belum memiliki informasi yang dapat dibagikan kepada publik ihwal rencana penjualan depositary receipts itu.

"Termasuk mengenai tujuan pencatatan, perkiraan waktu pelaksanaan, dampak terhadap kinerja dan strategi jangka panjang perseroan," tuturnya.

Mengutip laporan Bloomberg News, MBMA tengah mempertimbangkan penjualan depositary receipts di Hong Kong, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Langkah ini berpotensi mengikuti jejak sejumlah perusahaan tambang Indonesia lainnya yang tengah mencari pendanaan di kota tersebut.

Ukuran dan waktu pelaksanaan penawaran masih dalam pembahasan dan kesepakatan belum tentu terealisasi, kata sumber-sumber tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan karena membahas informasi yang bersifat rahasia. Juru bicara Merdeka tidak menanggapi permintaan komentar.

Sejumlah perusahaan Indonesia tengah mempertimbangkan penggalangan dana di Hong Kong ketika pasar domestik menghadapi likuiditas yang tipis dan imbal hasil yang rendah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah anjlok 23% sepanjang tahun ini, menjadi kinerja terburuk dibandingkan indeks-indeks utama di kawasan Asia-Pasifik.

PT Merdeka Gold Resources, yang seperti Merdeka Battery merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold, menghimpun sekitar HK$2,4 miliar (US$306 juta) melalui penjualan Hong Kong depositary receipts pada Juni. Sementara itu, perusahaan tambang tembaga Indonesia PT Amman Mineral Internasional juga tengah mempertimbangkan pencatatan saham di Hong Kong, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Merdeka Battery telah menjadi salah satu produsen nikel terbesar di Indonesia, dengan kepemilikan atas tambang utama dan sejumlah fasilitas pengolahan di Pulau Sulawesi.

Iklan