Saham

MBMA Siapkan Buyback Rp1,46 Triliun, Tebus 1,54 Miliar Saham di Tengah Gejolak Pasar

MBMA mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimal Rp1,46 triliun dengan target pembelian hingga 1,54 miliar saham. Perseroan menilai langkah ini penting untuk menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan kepercayaan investor di tengah volatilitas pasar.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
MBMA mengumumkan program buyback saham senilai Rp1,46 triliun di tengah volatilitas pasar

MBMA mengumumkan program buyback saham senilai Rp1,46 triliun di tengah volatilitas pasar (Foto: PAM Mineral)

Emitenhub.com - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) berencana melaksanakan program pembelian kembali saham (buyback) dengan menyiapkan dana maksimal sebesar Rp1,46 triliun.

Perseroan menargetkan pembelian kembali hingga 1,54 miliar saham. Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi pasar yang masih mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Manajemen MBMA menyatakan pelaksanaan buyback akan dilakukan secara bertahap dalam periode 17 Juni hingga 16 September 2026.

President Director sekaligus Corporate Secretary MBMA, Teddy Nuryanto Oetomo, menjelaskan aksi korporasi tersebut mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kebijakan menjaga stabilitas pasar modal.

“Pembelian Kembali Saham ini dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas harga saham serta meningkatkan kepercayaan investor,” tulis Teddy dalam keterbukaan informasi yang dikutip Selasa (16/6/2026).

Teddy menambahkan program buyback tersebut diharapkan dapat membuat harga saham MBMA lebih mencerminkan nilai fundamental Perseroan. Untuk pelaksanaannya, MBMA akan menunjuk satu perusahaan efek yang akan melakukan transaksi pembelian saham melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan memastikan dana yang digunakan untuk buyback telah tersedia dan pelaksanaannya tidak diperkirakan memberikan dampak negatif terhadap pendapatan maupun beban pembiayaan perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, laba periode berjalan MBMA tercatat sebesar USD29,56 juta. Nilai tersebut diperkirakan tidak mengalami perubahan setelah pelaksanaan buyback.

Meski demikian, laba per saham (earnings per share/EPS) diproyeksikan meningkat dari USD0,00027 menjadi USD0,00028 seiring berkurangnya jumlah saham yang beredar setelah program buyback dijalankan.

Manajemen MBMA menjelaskan kenaikan EPS tersebut terjadi karena jumlah saham beredar akan berkurang setelah pelaksanaan buyback. Rata-rata tertimbang jumlah saham diperkirakan turun dari 107,99 miliar saham menjadi 106,44 miliar saham.

Perseroan juga menegaskan bahwa selama periode buyback berlangsung, pihak internal perusahaan seperti direksi, komisaris, pegawai, maupun pihak lain yang memiliki akses terhadap informasi orang dalam dilarang melakukan transaksi atas saham MBMA.

Sebagai informasi, MBMA merupakan perusahaan induk yang bergerak di sektor pertambangan nikel dan mineral lainnya. Perseroan menjalankan bisnis yang terintegrasi secara vertikal, mulai dari kegiatan pertambangan, pengolahan mineral, hingga aktivitas usaha pendukung lainnya dalam rantai pasok industri baterai.

Iklan