Saham

ENRG Gelar Rights Issue IV, Bidik Rp4,12 Triliun untuk Ekspansi Hulu Migas

Ringkasan Cepat

PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) menggelar Rights Issue IV dengan menerbitkan maksimal 13,28 miliar saham Seri B di harga Rp310, membidik dana sekitar Rp4,12 triliun. OJK menyatakan aksi ini efektif pada 24 September 2026 dengan rasio 2:1. Seluruh dana disalurkan sebagai pinjaman ke anak usaha untuk belanja modal hulu migas, dan lingkaran Bakrie Group siap menyerap sebagian besar haknya.

• 2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Fasilitas pengeboran hulu migas milik PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) terkait Rights Issue IV

Fasilitas pengeboran hulu migas milik PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) terkait Rights Issue IV (Foto:ENRG)

Emitenhub.com -
PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) menyiapkan Rights Issue IV berskala jumbo, dengan menerbitkan maksimal 13,28 miliar saham baru Seri B di harga pelaksanaan Rp310 per saham. Lewat aksi ini, perseroan membidik dana sekitar Rp4,12 triliun.

Restu regulator sudah di tangan. OJK menyatakan Pernyataan Pendaftaran ENRG untuk Penawaran Umum Terbatas dengan HMETD IV efektif melalui surat No. S-120/D.04/2026 tertanggal 24 September 2026.

Secara rinci, prospektus ringkas pada Jumat (25/9/2026) menyebut jumlah saham baru mencapai 13.282.271.875 lembar bernominal Rp100. Porsinya setara 33,33% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi rampung.

Mekanismenya memakai rasio 2:1. Tiap pemegang dua saham yang tercatat dalam DPS pada 6 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas satu HMETD, dan tiap HMETD bisa menebus satu saham baru seharga Rp310. Bila seluruh hak dieksekusi, dilusinya menyentuh 33,33%.

Sasaran dananya mengarah ke lini hulu. Setelah dipotong biaya emisi, seluruh perolehan diteruskan sebagai pinjaman ke anak-anak usaha untuk membiayai belanja modal pengeboran sumur, peremajaan pipa, fasilitas gas, sampai modal kerja hulu migas. Rencana ini sudah dikantongi persetujuannya lewat RUPSLB pada 5 Juni 2026.

Peta partisipasi pemegang saham utama juga sudah terbaca. PT Shima Global Kapital, yang berhak atas 2.330.711.205 HMETD, memilih tidak mengeksekusi dan mengalihkan seluruh haknya ke pihak terafiliasi, PT Bakrie Kalila Investment (BKI).

Dari sisi Bakrie Group, komitmennya cukup tebal. BKI selaku pemilik 946.871.014 saham atau 3,56% akan melaksanakan 2.804.146.712 HMETD senilai Rp869,2 miliar, sedangkan PT Bakrie Capital Indonesia mengeksekusi 554.780.048 HMETD senilai Rp171,9 miliar.

Berikut jadwal Penawaran Umum Rights Issue IV ENRG:

  • RUPSLB: 5 Juni 2026

  • Tanggal Efektif: 24 September 2026

  • Cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi: 2 Oktober 2026

  • Ex HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi: 5 Oktober 2026

  • Cum HMETD di Pasar Tunai: 6 Oktober 2026

  • Ex HMETD di Pasar Tunai: 7 Oktober 2026

  • Recording Date HMETD: 6 Oktober 2026

  • Distribusi HMETD: 7 Oktober 2026

  • Pencatatan HMETD di BEI: 8 Oktober 2026

  • Periode Perdagangan HMETD: 8 - 21 Oktober 2026

  • Periode Pelaksanaan HMETD: 8 - 21 Oktober 2026

  • Periode Distribusi Saham HMETD: 12 - 23 Oktober 2026

  • Tanggal Terakhir Pembayaran untuk Pemesanan Saham Tambahan: 23 Oktober 2026

  • Tanggal Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan: 26 Oktober 2026

  • Tanggal Pembayaran oleh Pembeli Siaga: 27 Oktober 2026

  • Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Saham Tambahan: 27 Oktober 2026

Bagi investor, sokongan tebal dari lingkaran Bakrie Group menjadi penanda keyakinan pengendali atas rencana pendanaan hulu ENRG ini, sekaligus memberi gambaran seberapa besar porsi rights issue yang sudah terjamin terserap.

Iklan