Emitenhub.com - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) atau Grup Barito Pacific terus memperluas bisnis ke pasar regional, tetapi Indonesia tetap menjadi basis utama investasi dan pertumbuhan grup. Dalam lima tahun terakhir, sekitar 90% dari total belanja modal sekitar US$5 miliar dialokasikan untuk investasi di dalam negeri.
Wakil Presiden Direktur PT Barito Pacific Tbk Rudy Suparman menyampaikan ekspansi regional dilakukan untuk memperbesar skala usaha, memperluas sumber pendapatan, sekaligus memperkuat bisnis yang tetap berpusat di Indonesia.
"Ekspansi ini tidak hanya bertujuan mendorong pertumbuhan bisnis dan skala usaha, tetapi juga memperkuat basis industri kami di Indonesia sebagai yang mendorong pertumbuhan industri hilir," ujar Rudy dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, kepemilikan aset di luar negeri juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan pasar Indonesia, salah satunya melalui kepemilikan Aster di Singapura oleh Chandra Asri Group. Aset itu memberikan akses ke bisnis energi dan petrokimia sekaligus mendukung pasokan produk petroleum untuk pasar domestik.
"Ini merupakan strategi untuk mengkonsolidasikan pendapatan di Indonesia yang artinya memastikan bahwa skala usaha, pendapatan, keahlian, akses pasar, dan kapasitas pendanaan yang diperoleh melalui ekspansi regional tetap berada dalam kendali dan masuk ke laporan keuangan kami di sini," tambah Rudy.
Di sektor petrokimia, PT Chandra Asri Pacific Tbk menjadi salah satu bisnis utama grup dengan pengembangan kapasitas produksi dan produk turunan untuk memenuhi kebutuhan industri domestik. Chandra Asri juga tengah membangun fasilitas chlor-alkali dan ethylene dichloride (CA-EDC) dengan nilai investasi lebih dari US$800 juta.
Hingga pertengahan 2026, progres konstruksi proyek CA-EDC telah mencapai 72% dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Proyek yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku kimia strategis sekaligus memperkuat rantai industri domestik.
Di sektor energi terbarukan, PT Barito Renewables Energy Tbk mengoperasikan pembangkit panas bumi dan tenaga angin dengan total kapasitas terpasang sekitar 1 gigawatt di sejumlah wilayah Indonesia. Perseroan juga terus meningkatkan kapasitas pembangkit panas bumi di Salak, Darajat, dan Wayang Windu, dengan ekspansi yang ditargetkan membawa kapasitas panas bumi grup melampaui 1 gigawatt pada akhir 2026.
Sementara itu, Barito Pacific memiliki pijakan di sektor pembangkitan listrik melalui Jawa 9 dan 10 yang masing-masing berkapasitas 1.000 megawatt dan dijalankan bersama Indonesia Power.
Di sisi regional, ekspansi dilakukan melalui investasi dan akuisisi aset strategis, termasuk Aster di Singapura, yang memperluas cakupan bisnis energi dan petrokimia grup sekaligus menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber pendapatan.
Dengan komposisi investasi tersebut, Barito Pacific menempatkan ekspansi regional sebagai upaya memperbesar skala bisnis dan daya saing, sementara Indonesia tetap menjadi pusat investasi, pertumbuhan, konsolidasi, dan penciptaan nilai jangka panjang.


