Emitenhub.com -PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencetak laba bersih US$497,93 juta atau Rp8,89 triliun (asumsi kurs Rp17.857 per dolar AS) pada semester I/2026. Torehan ini membalik posisi rugi pada periode sama tahun sebelumnya yang minus US$148,72 juta atau Rp2,48 triliun (asumsi kurs Rp16.667 per dolar AS).
Lonjakan laba tersebut ditopang penjualan bersih yang melejit ke US$2,05 miliar atau Rp36,61 triliun, dari hanya sekitar US$182,60 juta atau Rp3,04 triliun pada semester I/2025. Seiring itu, laba kotor terkerek ke US$964,15 juta atau Rp17,22 triliun, dari US$55,70 juta atau Rp928,3 miliar.
Direktur Utama AMMN Arief Sidarto menyampaikan capaian laba kali ini ditopang peningkatan produksi tembaga dan emas, masing-masing naik 136% menjadi 211 juta pon dan 481% menjadi 346.354 ons.
"Sepanjang semester pertama 2026, kami terus meningkatkan kapasitas produksi smelter dan PMR sembari menstabilkan operasi," kata Arief lewat siaran pers, Senin (21/9/2026).
"Kinerja keuangan semester I-2026 mencerminkan perbaikan kinerja operasional, volume penjualan yang lebih tinggi, serta harga jual logam yang lebih kuat," lanjutnya.
Dari sisi pembeli, Glencore menjadi pelanggan terbesar AMMN dengan kontribusi mencapai 61,1% dari total penjualan atau sebesar US$1,25 miliar. Selanjutnya, penjualan kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencapai 15,1% atau US$310,11 juta, dan PT Marubeni Indonesia sebesar 11,3% atau US$231,85 juta.
Secara produk, penjualan domestik AMMN berasal dari katoda tembaga sebesar US$430,71 juta dan emas murni US$311,06 juta. Sementara itu, penjualan ekspor mencapai US$1,31 miliar, yang terdiri dari konsentrat tembaga dan emas serta katoda tembaga.
Meski laba tumbuh signifikan, beban keuangan AMMN meningkat menjadi US$255,70 juta pada semester I/2026, dari US$167,63 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Kendati demikian, laba sebelum pajak tetap mencapai US$695,08 juta, berbalik dari rugi US$191,54 juta.
Dari sisi neraca, total liabilitas AMMN turun menjadi US$7,94 miliar per 30 Juni 2026, dari US$8,44 miliar pada akhir 2025. Penurunan itu antara lain terlihat pada pinjaman bank jangka panjang bersih yang turun menjadi US$5,65 miliar dari US$5,88 miliar.
Sementara itu, total aset tercatat US$13,80 miliar, relatif turun dari US$13,87 miliar pada akhir 2025. Adapun total ekuitas meningkat menjadi US$5,86 miliar dari US$5,43 miliar.


