Emitenhub.com - PT Petrosea Tbk (PTRO) membukukan laba bersih US$9,17 juta pada semester I/2026, melonjak 613,1% dibandingkan US$1,29 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Lonjakan itu ditopang pendapatan yang tumbuh signifikan hingga 59,6% menjadi US$543,98 juta, dari sebelumnya US$340,94 juta.
Berdasarkan laporan keuangan interim yang belum diaudit, mesin utama lonjakan laba justru datang dari operasi yang dihentikan. Pos ini membukukan laba bersih US$7,62 juta pada semester I/2026, berbalik dari rugi bersih US$2,84 juta setahun sebelumnya. Sebaliknya, laba bersih dari operasi yang dilanjutkan menyusut 62,5% menjadi US$1,55 juta, dari US$4,13 juta.
Menariknya, di tengah pendapatan yang melonjak hampir 60%, laba kotor Petrosea justru sedikit tertekan. Laba kotor semester I/2026 tercatat US$47,03 juta, turun 2,6% dibandingkan US$48,30 juta pada periode sama tahun lalu.
Tekanan itu bersumber dari melonjaknya beban usaha langsung ke US$496,96 juta, naik 69,8% dari US$292,64 juta. Kenaikan beban turut terjadi pada pos lain, dengan beban penjualan dan administrasi naik 30,2% menjadi US$20,07 juta dari US$15,41 juta, serta beban bunga dan keuangan yang membengkak 60,9% menjadi US$33,43 juta dari US$20,78 juta.
Di sisi lain, Petrosea mencatat keuntungan dan kerugian lain-lain bersih sebesar US$15,03 juta, berbalik positif dari posisi rugi US$3,36 juta pada periode sama tahun lalu.
Rangkaian pos tersebut membuat laba sebelum pajak tercatat US$4,27 juta, turun 45,6% dari US$7,85 juta. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan bersih US$2,72 juta, laba dari operasi yang dilanjutkan mencapai US$1,55 juta.
Dari sisi atribusi, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$10,79 juta, melesat 902,5% dari US$1,08 juta pada semester I/2025.
Sebaliknya, kepentingan nonpengendali mencatat rugi US$1,62 juta, berbalik dari laba US$210 ribu pada periode sama tahun sebelumnya. Setelah memperhitungkan porsi tersebut, laba bersih konsolidasian Petrosea tetap mencapai US$9,17 juta.
Perbaikan kinerja juga tecermin pada arus kas. Kas bersih dari aktivitas operasi mencapai US$27,08 juta, berbalik positif dari posisi negatif US$57,65 juta pada semester I/2025. Pendorongnya adalah penerimaan kas dari pelanggan yang hampir dua kali lipat menjadi US$528,06 juta dari US$265,20 juta, meski pembayaran kepada pemasok dan karyawan turut naik masing-masing ke US$347,36 juta dan US$107,64 juta.
Pada aktivitas investasi, Petrosea mencatat arus kas keluar bersih US$59,02 juta, jauh membaik dibandingkan US$212,08 juta pada semester I/2025. Perbaikan ini sejalan dengan pengeluaran untuk pembelian aset tetap yang menyusut ke US$43,09 juta dari US$200,27 juta.
Sementara itu, aktivitas pendanaan menghasilkan arus kas bersih US$38,15 juta, lebih rendah dibandingkan US$220 juta pada semester I/2025.
Alhasil, kas dan setara kas Petrosea pada akhir Juni 2026 mencapai US$80,40 juta, naik 11,6% dari US$72,03 juta pada akhir Desember 2025.
Dari sisi neraca, total aset Petrosea per 30 Juni 2026 tercatat US$1,53 miliar, turun 3,5% dari US$1,58 miliar pada akhir 2025. Total liabilitas juga turun 5,4% menjadi US$1,21 miliar dari US$1,28 miliar, sedangkan total ekuitas meningkat 4,5% menjadi US$321,29 juta dari US$307,46 juta.
Kenaikan ekuitas terutama ditopang peningkatan tambahan modal disetor serta saldo laba yang mencapai US$246,84 juta pada akhir Juni 2026, dari US$236,05 juta pada akhir Desember 2025.
Kalau kamu punya materi rekomendasi analis untuk melengkapi bagian penutup, silakan kirim, nanti aku rewrite dengan gaya yang sama.
Lonjakan laba bersih Petrosea 613% pada semester I/2026 menyimpan cerita di baliknya: mesin utamanya adalah operasi yang dihentikan, sementara bisnis inti yang dilanjutkan justru tertekan oleh membengkaknya beban usaha dan beban bunga. Di sisi lain, pendapatan yang melonjak hampir 60% dan arus kas operasi yang berbalik positif menunjukkan perbaikan likuiditas yang nyata. Ke depan, tantangan Petrosea terletak pada mengangkat profitabilitas operasi yang dilanjutkan agar pertumbuhan pendapatan benar-benar berbuah margin, bukan sekadar tertopang pos-pos nonrutin.


