Saham

Laba Petrosea (PTRO) Meroket 613% di Semester I/2026, tapi Ditopang Operasi Dihentikan

Ringkasan Cepat

PT Petrosea Tbk (PTRO) membukukan laba bersih US$9,17 juta pada semester I/2026, melonjak 613,1% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, ditopang pendapatan yang tumbuh 59,6% menjadi US$543,98 juta. Namun, lonjakan laba terutama bersumber dari operasi yang dihentikan sebesar US$7,62 juta, sementara laba operasi yang dilanjutkan justru menyusut 62,5% akibat membengkaknya beban usaha dan beban bunga, meski arus kas operasi perseroan berbalik positif menjadi US$27,08 juta.

• 3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi lonjakan laba Petrosea pada semester I/2026 yang terutama ditopang hasil dari operasi yang dihentikan

Ilustrasi PT Petrosea Tbk (PTRO) yang merencanakan rights issue sebanyak 170 juta saham baru untuk mendukung pendanaan proyek rekayasa dan konstruksi. (Foto:PTRO)

Emitenhub.com - PT Petrosea Tbk (PTRO) membukukan laba bersih US$9,17 juta pada semester I/2026, melonjak 613,1% dibandingkan US$1,29 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Lonjakan itu ditopang pendapatan yang tumbuh signifikan hingga 59,6% menjadi US$543,98 juta, dari sebelumnya US$340,94 juta.

Berdasarkan laporan keuangan interim yang belum diaudit, mesin utama lonjakan laba justru datang dari operasi yang dihentikan. Pos ini membukukan laba bersih US$7,62 juta pada semester I/2026, berbalik dari rugi bersih US$2,84 juta setahun sebelumnya. Sebaliknya, laba bersih dari operasi yang dilanjutkan menyusut 62,5% menjadi US$1,55 juta, dari US$4,13 juta.

Menariknya, di tengah pendapatan yang melonjak hampir 60%, laba kotor Petrosea justru sedikit tertekan. Laba kotor semester I/2026 tercatat US$47,03 juta, turun 2,6% dibandingkan US$48,30 juta pada periode sama tahun lalu.

Tekanan itu bersumber dari melonjaknya beban usaha langsung ke US$496,96 juta, naik 69,8% dari US$292,64 juta. Kenaikan beban turut terjadi pada pos lain, dengan beban penjualan dan administrasi naik 30,2% menjadi US$20,07 juta dari US$15,41 juta, serta beban bunga dan keuangan yang membengkak 60,9% menjadi US$33,43 juta dari US$20,78 juta.

Di sisi lain, Petrosea mencatat keuntungan dan kerugian lain-lain bersih sebesar US$15,03 juta, berbalik positif dari posisi rugi US$3,36 juta pada periode sama tahun lalu.

Rangkaian pos tersebut membuat laba sebelum pajak tercatat US$4,27 juta, turun 45,6% dari US$7,85 juta. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan bersih US$2,72 juta, laba dari operasi yang dilanjutkan mencapai US$1,55 juta.

Dari sisi atribusi, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$10,79 juta, melesat 902,5% dari US$1,08 juta pada semester I/2025.

Sebaliknya, kepentingan nonpengendali mencatat rugi US$1,62 juta, berbalik dari laba US$210 ribu pada periode sama tahun sebelumnya. Setelah memperhitungkan porsi tersebut, laba bersih konsolidasian Petrosea tetap mencapai US$9,17 juta.

Perbaikan kinerja juga tecermin pada arus kas. Kas bersih dari aktivitas operasi mencapai US$27,08 juta, berbalik positif dari posisi negatif US$57,65 juta pada semester I/2025. Pendorongnya adalah penerimaan kas dari pelanggan yang hampir dua kali lipat menjadi US$528,06 juta dari US$265,20 juta, meski pembayaran kepada pemasok dan karyawan turut naik masing-masing ke US$347,36 juta dan US$107,64 juta.

Pada aktivitas investasi, Petrosea mencatat arus kas keluar bersih US$59,02 juta, jauh membaik dibandingkan US$212,08 juta pada semester I/2025. Perbaikan ini sejalan dengan pengeluaran untuk pembelian aset tetap yang menyusut ke US$43,09 juta dari US$200,27 juta.

Sementara itu, aktivitas pendanaan menghasilkan arus kas bersih US$38,15 juta, lebih rendah dibandingkan US$220 juta pada semester I/2025.

Alhasil, kas dan setara kas Petrosea pada akhir Juni 2026 mencapai US$80,40 juta, naik 11,6% dari US$72,03 juta pada akhir Desember 2025.

Dari sisi neraca, total aset Petrosea per 30 Juni 2026 tercatat US$1,53 miliar, turun 3,5% dari US$1,58 miliar pada akhir 2025. Total liabilitas juga turun 5,4% menjadi US$1,21 miliar dari US$1,28 miliar, sedangkan total ekuitas meningkat 4,5% menjadi US$321,29 juta dari US$307,46 juta.

Kenaikan ekuitas terutama ditopang peningkatan tambahan modal disetor serta saldo laba yang mencapai US$246,84 juta pada akhir Juni 2026, dari US$236,05 juta pada akhir Desember 2025.

Kalau kamu punya materi rekomendasi analis untuk melengkapi bagian penutup, silakan kirim, nanti aku rewrite dengan gaya yang sama.

Lonjakan laba bersih Petrosea 613% pada semester I/2026 menyimpan cerita di baliknya: mesin utamanya adalah operasi yang dihentikan, sementara bisnis inti yang dilanjutkan justru tertekan oleh membengkaknya beban usaha dan beban bunga. Di sisi lain, pendapatan yang melonjak hampir 60% dan arus kas operasi yang berbalik positif menunjukkan perbaikan likuiditas yang nyata. Ke depan, tantangan Petrosea terletak pada mengangkat profitabilitas operasi yang dilanjutkan agar pertumbuhan pendapatan benar-benar berbuah margin, bukan sekadar tertopang pos-pos nonrutin.

Iklan