Danantara Merger 4 Sekuritas BUMN Jadi Raksasa Asset Management Terbesar di RI!
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membuat gebrakan dengan resmi melakukan merger terhadap empat perusahaan manajer investasi pelat merah, yakni Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, BRIDS, dan PNM IM. Konsolidasi ini melahirkan entitas asset management terbesar di Indonesia. COO Danantara, Dony Oskaria, menyebut langkah strategis ini ditujukan untuk mengoptimalkan pengelolaan aset BUMN agar lebih produktif, mengundang investor, dan berkontribusi besar bagi ekonomi negara.
Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, BRI Danareksa, dan PNM IM yang bersatu membentuk entitas raksasa pengelolaan aset di bawah payung BPI Danantara.
Langkah bersejarah baru saja ditorehkan di lanskap industri pasar modal Tanah Air. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara secara resmi mengeksekusi manuver peleburan alias merger terhadap empat perusahaan manajer investasi (asset management) pelat merah menjadi satu entitas raksasa.
Keempat entitas perusahaan yang tergabung dalam konsolidasi akbar ini meliputi:
Mandiri Sekuritas
BNI Sekuritas
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS)
PNM Investment Management (PNM IM)
Lewat aksi merger strategis ini, Danantara dipastikan bakal melahirkan bendera perusahaan asset management dengan skala terbesar di Indonesia. Entitas gabungan ini diproyeksikan mampu menyatukan dan mengintegrasikan ragam portofolio aset, mempertebal kapabilitas serta tata kelola (governance), mendongkrak efisiensi pengelolaan, sekaligus menjadi magnet baru untuk memperbesar daya tarik investasi ke dalam negeri.
Menanggapi aksi penggabungan jumbo ini, Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, membeberkan visi utama di balik konsolidasi tersebut. Ia menegaskan bahwa perampingan struktur tidak serta-merta menjadi tujuan tunggal.
"Streamlining itu bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana aset-aset BUMN yang sudah ditata bisa dikelola lebih optimal, lebih produktif, dan benar-benar menciptakan nilai tambah buat negara," tegas Dony dalam pernyataan resminya pada Selasa (7/7/2026).
Katalis Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Lewat lahirnya entitas raksasa asset management baru di Indonesia ini, BPI Danantara sekaligus menegaskan komitmen kuatnya dalam merombak sistem pengelolaan kekayaan negara. Sistem baru ini dirancang agar tampil jauh lebih terintegrasi, menjunjung tinggi profesionalisme, dan secara tegas berorientasi pada penciptaan nilai (value creation).
Lebih lanjut, Dony sangat meyakini bahwa aksi merger lintas entitas manajer investasi pelat merah ini bakal memicu sejumlah efek domino yang positif, di antaranya:
Mendongkrak tingkat produktivitas secara signifikan dari deretan aset-aset BUMN.
Mempertebal tingkat kepercayaan dari para pemodal dan investor, baik di kancah domestik maupun global.
Memberikan kontribusi serta efek ganda (multiplier effect) yang jauh lebih masif terhadap laju pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Artikel Terkait

Surplus RI Putus Setelah 72 Bulan, Neraca Dagang Mei Defisit USD1,61 Miliar
