IPO JECX Laris Manis! Oversubscription Tembus 62,5 Kali, 555 Ribu Investor Ikut
PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan IPO yang mencatatkan oversubscription tinggi hingga 62,5 kali dan diikuti lebih dari 555 ribu investor. Dana hasil IPO sebesar Rp609,98 miliar akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, ekspansi jaringan klinik mata, pengembangan SDM melalui program fellowship, serta pembangunan JEC Bali @ Sanur di KEK Sanur.
IPO JECX sukses dengan oversubscription 62,5 kali dan diikuti lebih dari 555 ribu investor (Foto:JECX)
Emitenhub.com - PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) akan mengalokasikan dana hasil IPO untuk memperluas jaringan layanan kesehatan mata, memperkuat SDM, serta memperkokoh struktur permodalan perseroan.
Presiden Direktur JECX, DR. Dr. Johan A. M. M. Hutauruk, Sp.M(K), menegaskan bahwa tujuan utama IPO bukan sekadar menghimpun dana. Langkah ini juga ditujukan untuk memperluas akses layanan kesehatan mata di Indonesia sekaligus mengajak masyarakat ikut menekan angka kebutaan.
Johan berharap IPO ini bisa meningkatkan jumlah dokter mata yang kompeten melakukan operasi katarak serta mendirikan klinik di daerah dengan angka kebutaan tinggi. Ia mengajak masyarakat dan investor turut berpartisipasi agar angka kebutaan di Indonesia dapat ditekan, demikian disampaikan usai pencatatan perdana saham JECX di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Group, Prof. Dr. dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, Sp.M(K), Ph.D, menegaskan bahwa pengembangan SDM menjadi fondasi utama pertumbuhan JEC.
Menurut Tjahjono, program fellowship di JEC sudah berjalan sejak 1998-1999, bahkan lebih awal dibandingkan beberapa universitas di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa setiap dokter yang direkrut JEC wajib mengikuti program fellowship di dalam negeri terlebih dahulu sebelum dikirim ke luar negeri. Langkah ini dilakukan karena SDM dianggap sebagai tulang punggung perseroan.
Selain penguatan SDM, JEC juga menyiapkan ekspansi jaringan layanan. Dalam waktu dekat perseroan akan membuka dua klinik baru serta mengembangkan fasilitas di Kawasan Ekonomi Khusus Sanur, Bali.
Tjahjono menyatakan bahwa JEC akan masuk ke daerah dengan jumlah penduduk dan angka kebutaan yang tinggi. Dalam waktu dekat perseroan berencana mendirikan dua klinik baru serta menyiapkan kehadiran di KEK Sanur, Bali, sebagai satu-satunya brand Indonesia yang ditugaskan pemerintah di kawasan tersebut.
Johan menambahkan bahwa dana hasil IPO akan difokuskan pada tiga kebutuhan utama perseroan.
Menurut Johan, tiga tujuan utama IPO adalah memperkuat struktur permodalan JECX, memberikan tambahan belanja modal untuk JEC @ Candi Semarang dan pembangunan rumah sakit JEC-JAVA di Bekasi, serta memenuhi kebutuhan modal kerja seperti gaji dan OPEX hingga tahun 2026. Seluruh dana ditujukan untuk penguatan JECX secara grup.
Johan menjelaskan bahwa keputusan melaksanakan IPO tetap diambil meskipun kondisi pasar saham sedang melemah. Perseroan telah mempersiapkan IPO sejak Desember 2025 saat kondisi pasar masih kondusif, dan prosesnya tetap dilanjutkan meski IHSG mengalami tekanan.
Johan mengatakan bahwa rencana IPO sudah dipikirkan sejak kondisi pasar saham masih baik. Meskipun indeks sempat turun pada Maret, Mei, dan Juni, perseroan tetap melanjutkan proses karena fundamental bisnis dinilai kuat dengan jumlah pasien yang terus bertambah. Ia menyebut keberhasilan IPO hari ini berkat dukungan seluruh tim.
Melalui IPO, JECX menawarkan 487.983.500 saham atau setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor pasca IPO dengan harga Rp1.250 per saham. Perseroan berhasil menghimpun dana Rp609,98 miliar, yang terdiri dari Rp406,65 miliar dari penerbitan saham baru dan Rp203,33 miliar dari divestasi saham. Kapitalisasi pasar perseroan saat pencatatan mencapai sekitar Rp4,07 triliun.
IPO JECX mencatat permintaan tinggi dengan oversubscription mencapai 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat dan diikuti oleh 555.699 investor. Dana dari penerbitan saham baru akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan melalui pelunasan sebagian pinjaman bank, mendukung pengembangan entitas anak, memenuhi kebutuhan modal kerja, serta mempercepat pembangunan JEC Bali @ Sanur di KEK Sanur sebagai pusat layanan medical tourism.


