Danantara Pangkas Habis 240 Anak & Cucu Usaha BUMN, Dony Oskaria Ungkap Nasib Aset Negara!
Danantara Indonesia mencetak rekor bersih-bersih besar di tubuh perusahaan pelat merah! Hingga akhir Juni 2026, sebanyak 240 entitas anak dan cucu usaha BUMN resmi dilebur untuk efisiensi. Dony Oskaria (Kepala BP BUMN) memimpin langsung konsolidasi masif ini demi mengubah aset BUMN menjadi satu kekuatan raksasa yang terintegrasi, bukan lagi berjalan sporadis.
Pemangkasan dan peleburan 240 anak serta cucu usaha BUMN oleh Danantara Indonesia dan BP BUMN pada tahun 2026.
Danantara Indonesia terpantau makin agresif melakukan "bersih-bersih" dan merampingkan postur tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tancap gas dengan agenda restrukturisasi, Danantara sukses memangkas hingga 240 entitas anak dan cucu usaha BUMN melalui skema peleburan secara terkoordinasi hingga akhir Juni 2026.
Manuver transformasi masif di tubuh perusahaan pelat merah ini terus digulirkan. Penggabungan entitas usaha serta optimalisasi pengelolaan aset milik negara ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan postur BUMN yang jauh lebih efisien, sehat secara fundamental, serta lincah dalam memaksimalkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa seluruh proses penyatuan dan konsolidasi aset sejauh ini berjalan mulus sesuai dengan timeline yang direncanakan.
"Langkah konsolidasi ini sekaligus menjadi instrumen penting guna mempertajam efektivitas pengelolaan portofolio korporasi negara secara komprehensif dan terukur," jelas Dony menanggapi progres restrukturisasi tersebut.
Dony menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas entitas. Ia menekankan visi besar pemerintah untuk mengonsolidasikan seluruh potensi yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan pelat merah agar tidak lagi bergerak secara sporadis.
“Kami ingin setiap aset BUMN dikelola sebagai satu kekuatan besar, bukan berjalan sendiri-sendiri. Kalau pengelolaannya makin terintegrasi, manfaatnya juga akan jauh lebih besar, baik untuk negara, dunia usaha, maupun masyarakat,” ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Jumat (3/7/2026).
Guna mengawal ketat progres transformasi monumental ini, Dony mengungkapkan bahwa dirinya secara proaktif dan berkala menggelar pertemuan dengan jajaran petinggi BUMN.
Agenda utama dari konsolidasi rutin tersebut adalah untuk meninjau secara langsung perkembangan integrasi sistem manajemen aset negara. Melalui pemantauan yang intensif dan terpusat, diharapkan seluruh aset BUMN dapat terkelola dengan sistem yang jauh lebih efisien, terstruktur, dan pada akhirnya mampu melipatgandakan nilai guna (value creation) secara berkesinambungan bagi ekosistem ekonomi nasional.
Melalui penerapan skema tata kelola yang terpadu, pundi-pundi kekayaan dan aset yang dikuasai oleh BUMN diharapkan dapat dikembangkan secara jauh lebih produktif. Tak sekadar soal aset, manuver ini juga diproyeksikan mampu memantapkan kualitas tata kelola internal perusahaan (good corporate governance), menekan inefisiensi biaya operasional, sekaligus memicu pertumbuhan nilai ekonomi yang signifikan bagi kas negara.
"Langkah ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola, meningkatkan produktivitas aset, serta dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar," tegas Dony.
Sebagai penutup, Dony memastikan bahwa BP BUMN bersama Danantara Indonesia akan terus berada di garda terdepan dalam mendorong konsolidasi dan optimalisasi aset. Agenda ini merupakan urat nadi dari transformasi BUMN yang berkelanjutan.
Harapannya, melalui ekosistem pengelolaan aset yang terintegrasi secara matang, postur BUMN di Tanah Air akan berevolusi menjadi entitas bisnis yang jauh lebih efisien dan berdaya saing global. Pada gilirannya, BUMN yang tangguh ini dipastikan mampu menciptakan nilai tambah yang berdampak nyata bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat luas.
Artikel Terkait

Surplus RI Putus Setelah 72 Bulan, Neraca Dagang Mei Defisit USD1,61 Miliar
